Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |    Register   |  

Eskpor Mobil Utuh Turun karena Pabrikan Belum Siap

Agung Kurniawan | Zbj | Selasa, 13 April 2010 | 06:48 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : Kompas.com/Zulkifli BJ

Ekspor mobil CBU yang dibuat di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com — Tren pasar domestik yang terus naik sepanjang kuartal pertama 2010 berbanding terbalik dengan ekspor. Pengiriman mobil secara utuh atau completely built-up dari Indonesia ke sejumlah negara justru melemah 5 persen menjadi 17.232 unit pada periode yang sama tahun lalu, 18.158 unit.

Sejumlah pebisnis mobil di Tanah Air menilai, penurunan ekspor bukan karena lemahnya daya serap pasar di luar negeri, melainkan karena kurang siapnya pabrikan lokal mengantisipasi permintaan pasar.

Seperti dijelaskan oleh Bebin Djuana, Deputy General Manager Overseas Sales & Marketing PT Suzuki Indomobil Motor, perkembangan pasar ekspor mulai membaik perlahan pada Januari. Namun, situasi kepastian lonjakan waktu itu belum bisa diprediksi.

"Permintaan pasar di domestik juga melonjak tajam. Situasi ini membuat Suzuki berada di persimpangan. Keputusan akhir manajemen lebih mementingkan pasar domestik," ujar Bebin saat dihubungi pada Senin (12/4/2010).

Kiriman produk dari Indonesia, lanjutnya, memiliki rantai proses produksi yang panjang dan saling berkaitan sampai ke prinsipal di Jepang. Kalau kapasitas produksi sepakat ditingkatkan, maka harus ada koordinasi dengan kantor pusat di Jepang.

"Pada dasarnya kita kekurangan completely knocked down (CKD) set atau komponen yang terurai. Satu unit rakitan, bahan bakunya masih banyak diimpor dari Jepang dan Thailand. Koordinasi inilah yang masih kurang," papar Bebin.

Hal yang sama juga diakukan oleh Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM). Ia mengaku kewalahan menghadapi permintaan ekspor yang terus meningkat. Saat ini, HPM mengekspor Freed ke beberapa negara di kawasan ASEAN, yaitu Thailand dan Malaysia.

"Permintaan eskpor yang terus naik membuat kami kesulitan memasok kebutuhan lokal. Solusi yang kami lakukan, minta karyawan lembur pada akhir pekan agar produksi bisa ditambah," papar Jonfis.

Berdasarkan data Gaikindo, realisasi ekspor mobil CBU pada 2009 melorot 44 persen, dari 100.982 unit pada 2008 menjadi 56.669 unit. Pada tahun ini, Gaikindo menargetkan ekspor menyamai catatan 2008, yaitu mencapai 100.000 unit.

Ekspor mobil CBU pada kuartal-I 2010

 
Januari Februari Maret Total
Unit
5.404 5.979 5.849 17.232

SPBU
Lokasi
  + index
Bengkel
Lokasi
  + index

© 2008 - 2012 KOMPAS.COM - All Rights Reserved