Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |    Register   |  

Ekspor Mobil Kembali Menggeliat

Agung Kurniawan | Bastian | Senin, 29 Maret 2010 | 05:18 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : AGUNG KURNIAWAN

JAKARTA, KOMPAS.com - Nada pesimistis sempat terhembus di akhir 2009, terkait dengan gairah kinerja industri otomotif nasional. Tapi, memasuki dua bulan pertama tahun 2010 suara negatif mulai hilang disapu oleh kinerja ekspor mobil secara utuh (completely built-up/CBU) yang kembali bergeliat.

Tahun ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan kinerja ekspor akan mampu menyamai rekor tertinggi 2008 yang tercatat 100.982 unit. Pada 2009, total volume ekspor mobil CBU anjlok 43,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi hanya 56.669 unit.

"Di akhir tahun 2009, prediksi kita kinerja ekspor akan berada di atas tahun 2007 (60.267 unit) dan di bawah 2008. Tapi, melihat performa di dua bulan awal tahun ini, kita optimis akan mampu setidaknya menyamai rekor tahun 2008," ujar Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan Kemenperin Panggah Susanto di Bandung, (28/3/2010).

Mengacu data ekspor CBU Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, pada Januari kinerja ekspor tercatat 5.404 unit dan Februri 5.979 unit. Menjadikan, total ekspor CBU di dua bulan pertama tahun ini mencapai 11.383 unit.

Di sisi lain, dari data Kemenperin, nilai ekspor CBU pada 2008 tercatat US$1,34 miliar (sekitar Rp 12,32triliun). Beberapa produk yang menjadi andalan ekspor Indonesia antara lain, Toyota Innova, Fortuner, Suzuki APV, dan Daihatsu Gran Max.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Indomobil Sukses International Tbk Gunadi Shinduwinata justru lebih konservatif ketimbang pemerintah. Dia menilai, pertumbuhan ekspor tetap akan terjadi tahun ini namun hanya berkisar 20 persen dari posisi 2009, atau hanya sekitar 70 persen dari kinerja 2008.

Pasar ekspor, jelasnya, masih sedikit banyak terpengaruh oleh krisis keuangan global mengingat negara yang dituju."Pasar ekspor mobil Indonesia itu kebanyakan adalah negara dengan pendapatan di bawah kita, jadi situasi sosial, politik, ekonomi-nya masih labil. Ini yang mengakibatkan kinerja masih tetap di bawah puncak tertinggi yang terjadi di 2008," ujar Gunadi.


SPBU
Lokasi
  + index
Bengkel
Lokasi
  + index

© 2008 - 2012 KOMPAS.COM - All Rights Reserved