Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |    Register   |  

Michelin PS3: Dari Trek Balap ke Jalan Raya

Zulkifli BJ | Zbj | Jumat, 26 Maret 2010 | 13:46 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : Kompas.com/Zulkifli BJ

    Michelin PS 3 tes pengereman di permukaan jalan basah

  • Sumber : - | Author : Michelin

    Arsitektur komponen PS3 yang membuat daya cengkeraman dan umur pakainya lebih mantap dan lama.

  • Sumber : - | Author : Michelin

    Pengembangan PS3 difokuskan pada struktur kompon karet telapak ban.

  • Sumber : - | Author : Michelin

    Bahutelapak ban lebih bulat sehingga bisa menyalurkan air lebih banyak.

KOMPAS.com – Michelin mengklaim, produk terbarunya Sport Pilot 3 (PS3), tak hanya unggul dari kompetitor, juga dari pendahulunya PS2. Kinerja yang sangat dibanggakan produsen ban asal Prancis tersebut antara lain, daya cengkeram PS3 yang makin mantap pada permukaan basah. Alhasil, membuat mobil sport makin “fun” diajak bermanuver. Hal tersebut juga membuat mobil makin aman.

Kinerja lainnya, umur pakai ban jadi lebih panjang dan bisa mengirit konsumsi bahan bakar mobil karena hambatan gelindingnya rendah.Lho, kok bisa?

Menurut Michelin ada tiga aspek yang dikembangkan pada produk terbarunya ini, yaitu material bentuk (desain telapak) dan arsitektur komponen. Di samping itu mengadopsi teknologi dari trek balap ke jalan raya.

Tiga Unsur
Pengembangan pertama yang dilakukan Michelin adalah formula karet yang disebut Sport Power Compound. Kompon baru dirancang untuk membuat daya cengkeram atau grip yang makin mantap pada permukaan jalan.

Selanjutnya adalah Anti Surf. Bentuk bahu ban dirancang secara khusus (berbentuk bundar) sehingga dapat membuang air dalam jumlah lebih besar. Terakhir, adalah Programmed Distorsion Tire Architecture, perubahan bentuk ban saat mendapat beban atau kontak dengan permukaan jalan. Aspek ini terakhir bertujuan untuk memperjang umur pakai ban.

Untuk memahami pengembangan yang dilakukan Michelin, perusahaan tersebut memberikan foto atau gambar yang diperbesar beberapa ribu kali dari molekul komponen PS3. Pada gambar ini diperlihatkan tiga unsur bahan ban yang berbeda.

Pertama adalah rantai molekul dengan elastomer terbaru, pada gambar diperlihatkan dengan warna merah. Elastomer dibuat untuk meningkatkan daya cengkeram ban pada jalan basah.

Rantai molekul biru adalah elastomer untuk memperpanjang daya tahan atau umur pakai ban. Sedangkan partikel silika (warna hijau) menyatu pada kompon karet sehingga bisa membuat ban menggelinding dengan lancar dan bebas. Hasilnya, konsumsi bahan bakar jadi lebih irit.

Wet Grip Elastomer
Wet grip elastomer atau elastomer yang mencengkeram pada permukaan basah adalah polimer densitas tinggi dan sangat lentur atau fleksibel. Dengan sifat tersebut, telapak ban bisa memecah air dan “lengket” pada bagian terkecil dari permukaan jalan yang masih kering. Kemampuan tersebutlah yang membuat daya cengkeram ban tetap mantap di permukaan jalan basah, utamanya saat mobil direm.

Agar elastomer bisa memperpanjang umur ban, polimer padukan dengan kompon karet secara merata. Tujuannya, agar ban bisa dipaksa bekerja sampai batas maksimum dan dijamin keterpaduan karet tetap bertahan.

Komponen lain adalah silika. Menurut Michelin, setiap putaran, bentuk ban akan berubah. Penyebabnya, beban dan kontak ban dengan permukaan jalan. Nah, bila struktur ban berubah, komponen menjadi panas.

Dengan adanya silika, panas yang ditimbulkan karet bisa batasi. Begitu juga pengaruhi panas dari mesin atau rem. Kalau suhu ban tidak terlalu tinggi, hambatannya juga rendah. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan konsumsi bahan bakar lebih irit atau makin ramah terhadap lingkungan.

Membuang Air
Desain Anti Surf, konsep Wet Grip Elastomer yang dapat dilihat dari bentuk bahu ban yang bulat. Dengan cara ini, air bisa disalurkan lebih cepat dan jumlahnya lebih banyak. Dengan cara ini, gejala akuaplanning atau melayang di permukaan air semakin rendah. Ban makin lengket di aspal.

Sedangkan “Programmed Distorsion Tire Architecture”, menghasilkan pengendalian yang presisi dan responsif sesuai dengan suhu dan perubahan bentuk ban.

Tes 100.000 km
Menurut Michelin, sebelum PS3 diproduksi telah didlakukan simulasi tes sampai 50.000 jam. Telapak ban dirancang dengan menggunakan peranti lunak Dassault Systems Catia. Sementara itu, tes di jalan raya dialakukan sampai 100.000 km. Tambahann lain, PS3 mengadopsi teknologi ban trek balap ke jalan raya.

“Kendati kami tidak lagi berpartisipasi di F1, namun di lomba ketahan Le Mans masih terus jalan. Juga balap lainnya. Semua itu adalah laboratorium kami untuk mengembangkan ban yang makin mantap untuk berbagai mobil,” jelas Thierry Rudloff, Direktur Pemasaran, Michelin AsiaTenggara dan Oseania yang khusus menangani ban kendaraan penumpang.


SPBU
Lokasi
  + index
Bengkel
Lokasi
  + index

© 2008 - 2012 KOMPAS.COM - All Rights Reserved