Sabtu, 4 Februari 2012
Selamat Datang   |    Register   |  

Monster 402 dari Surabaya

| Bastian | Selasa, 09 Maret 2010 | 18:13 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : MOTOR/DOMAS

    Ujung knalpot berada di depan

  • Sumber : - | Author : MOTOR/DOMAS

    Tampilan belakang tidak gahar, boleh jajal tenaganya

  • Sumber : - | Author : MOTOR/DOMAS

    Tubular header cukup pendek dan minim lekukan

  • Sumber : - | Author : MOTOR/DOMAS

    Penempatan turbo sampai harus membolongi bumper (kiri bawah). Haltech dan MSD Disc 4 ignition (kanan)

KOMPAS.com — Coba tatap Mitsubishi Lancer Evolution VI ini dari depan. Sangar! Bayangkan, ujung knalpot bukannya berada di belakang atau di sisi samping, tetapi melintang di bagian depan. Moncongnya berada di depan roda depan yang panjangnya cuma 80 cm. Tenaganya bisa dibayangkan, meski belum sempat uji dyno.

Namun, saat mengikuti lomba dyno di Surabaya, tenaga mobil ini sempat menyentuh angka 410 HP di gigi 2 dengan boost (tekanan turbo) 1,9 bar. Pada jarak 201 meter, penunggangnya hanya sampai menggunakan gigi 3. Kunci keganasan sedan sport Mitsubishi ini terletak pada posisi turbo dan bentuk header.

Posisi perangkat pemompa udara itu berada di depan kompartemen mesin. Bahkan, pemasangannya sampai harus mencoak bemper. Selain ingin mendapatkan suplai udara lebih banyak, pengubahan itu diharapkan berefek terhadap desain dan bentuk header berikut perangkat buangnya. "Juga untuk memperpendek jarak antara turbo dan header," papar Ismunandar, Kepala Mekanik Olimart Motorsport.

Sebenarnya, Indar—panggilan sehari-hari Ismunandar—ingin meminimkan hambatan udara pada header. Maka dari itu, dengan desain header yang minim lekukan, udara akan lancar mengalir. Supaya bentuk header bisa lurus, posisi turbo harus di depan ruang mesin yang berarti tidak menggunakan manifold karet. Tubular header sendiri dibuat dari bahan stainless steel dengan diameter dalam 42 mm.

Tujuannya agar tenaga atas cepat tercapai, meski pada putaran bawah sedikit berat. Dia pun sempat memakai header berdiameter dalam 38 cm. Hasilnya, akselerasi terlalu responsif sehingga mobil sulit dikendalikan.

Untuk desain knalpot yang panjangnya 80 cm, sang modifikator menganut sistem free flow exhaust. Posisi turbo ke luar menuju samping kanan tepat di depan ban depan. Berdasarkan hitungan matematis, ukuran diameter knalpot yang dihasilkan pun 4 inci. "Kita sempat coba yang diameter 3 inci. Namun, napas mesin jadi kurang panjang dan tidak kuat untuk trek panjang," sebut Indar. (Domas)

Sumber: Motor
Sent from Indosat BlackBerry powered by


SPBU
Lokasi
  + index
Bengkel
Lokasi
  + index

© 2008 - 2012 KOMPAS.COM - All Rights Reserved