Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |    Register   |  

Dari Jenewa, Para Pabrikan Mobil Menjawab Kecaman Dunia

Bastian | Bastian | Selasa, 09 Maret 2010 | 14:11 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : BEBIN DJUANA

    Suzuki Swift dengan teknologi hibrida, sekalian kasih unjuk interior. Insert, Bebin Djuana

  • Sumber : - | Author : BEBIN DJUANA

    Renault memamerkan kendaraan listrik lengkap dengan teknis charger

  • Sumber : - | Author : BEBIN DJUANA

    Sukses dengan hybrid, Honda pun mempersiapkan hydrogennya

  • Sumber : - | Author : BEBIN DJUANA

    Audi sudah menggunakan sedan mewah untuk teknologi hybrid, tapi dengan mesin diesel (atas). Nissan Leaf dan Honda CR-Z bukti keseriusan Jepang mengurangi emisi gas buang

Laporan Langsung Bebin Djuana, Pangamat Otomotif Indonesia dari Swiss

JENEWA, KOMPAS.com — Salah satu pameran mobil terbesar di dunia, Geneva Motor Show, di Swiss yang dimulai dari 4 hingga 14 Maret 2010 menjadi perhatian dunia. Tak cuma dari lingkungan pabrikan mobil, acara tersebut juga menjadi perhatian pendukung (suplayer), pengamat, sampai pencinta otomotif. Saya sengaja terbang ke negeri penghasil jam tangan dan cokelat tersebut untuk mengamati perkembangan teknologi otomotif dunia.

Dari pameran itu tecermin kalau para pabrikan menjawab tantangan dalam penghematan bahan bakar dan sekaligus gas sisa pembakaran yang benar-benar ramah lingkungan sebab sudah lama dunia otomotif dituding sebagai salah satu sektor yang banyak membakar minyak bumi dan salah satu penyumbang polusi terbesar.

Oleh karena itulah, sejak satu dekade terakhir, dunia otomotif mencoba membuat terobosan untuk mengubur tudingan negatif tersebut dengan menghasilkan gas pembakaran yang ramah lingkungan. Berbagai bahan bakar alternatif, seperti bio-fuel, gas hidrogen, mobil listrik, sampai teknologi hibrida yang sekarang sedang populer, dicoba agar minyak bumi masih dapat diwariskan kepada anak-cucu.

Penerapannya pun dimulai dari mobil-mobil kecil hingga berukuran sedang. Jika Jepang getol dengan teknologi hibrida (kombinasi mesin bensin dan baterai), produsen mobil Eropa lebih tertarik mengembangkan mesin diesel. Para insinyur mampu mengubah paradigma lama terhadap mesin diesel yang berisik, tingkat polusi tinggi, dan tidak efisien. Mereka menciptanya dengan ukuran yang relatif kecil, hemat, dan menghasilkan emisi gas buang yang rendah.


Bebin Djuana


(Deputy General Manager Overseas Sales & Marketing PT Suzuki Indomobil Sales)

 


SPBU
Lokasi
  + index
Bengkel
Lokasi
  + index

© 2008 - 2012 KOMPAS.COM - All Rights Reserved