Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |    Register   |  

Masalah AirBag Membuat Honda "Recall" 437.763 Unit

Agung Kurniawan | Bastian | Rabu, 10 Februari 2010 | 20:53 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : WWW.CITYSOUTH.CA

Honda Accord 2002 yang direcall

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil- mobil Jepang lagi mendapat masalah. Setelah Toyota, Suzuki dengan Altonya di China, kini giliran Honda. Pabrikan terbesar kedua di Jepang itu melanjutkan aksi recall, setelah sebelumnya dilakukan terhadap Jazz dan City. Jumlahnya cukup banyak 437.763 unit dengan indikasi terdapat kelainan pada sistem kantung udara (airbags) yang bisa membahayakan penumpang.

Dari jumlah tersebut,  378.758 unit dari pasar  di Amerika Serikat (AS), 4.000 unit di Jepang, dan sisanya tersebar di seluruh dunia. Penarikan itu dikarenakan pihak pabrikan telah memperoleh laporan adanya 12 kecelakaan terkait masalah airbag dan merenggut satu korban jiwa.

John Mendel, selaku executive vice president Honda AS, seperti dilansir Bloomberg (10/2/2010) mengatakan, "Airbag itu menghasilkan tekanan internal yang berlebihan, dan menjadikannya sebuah resiko dengan keluarnya serpihan bahan metal yang bisa mencederai  penumpang."

Jadi, ketika airbags mengembang - saat terjadi kecelakaan - tekanan udara yang dikeluarkan sistem pengaman ini lebih besar dari seharusnya. Kondisi ini justru menjadi alat membahayakan bagi penumpang.

Model kendaraan yang direcall Accord, Civic, Odyssey, dan CR-V produksi 2001 dan 2002, kemudian Acura TL bikinan 2002. Pada November 2008 silam, penarikan serupa dilakukan terhadap 4.600 unit Accord dan Civic. Kedua model kembali ditarik pada Juli 2009 440.000 unit termasuk beberapa model Acura TLs. Di negara asalnya, Honda juga me-recall tiga model yakni, Inspire, Saber, dan Lagreat.

Recall terhadap produk Honda tersebut, kian memperuncing masalah terkait standar keselamatan mobil-mobil produk Jepang. Pasalnya, baru saja Toyota juga menarik total 8 juta unit (kasus pedal gas dan rem) di seluruh dunia yang juga berhubungan dengan faktor keamanan.

"Meski ada recall  Toyota, aksi Honda menjadi atensi yang besar dari pasar. Walau secara fundamental bukan sebuah permasalahan besar. Recall merupakan kegiatan sehari-hari dalam industri otomotif," ujar Mamoru Kato, analis Tokai Tokyo Research Center di Nagoya, Jepang.

Produk SRS Airbag Model Inflator Dual Igniter-Type yang digunakan Honda merupakan pasokan Takata Corp dari Jepang. Juru bicara Honda di Jepang, menyatakan diperlukan dana 6.000 yen (sekitar Rp 630.000) untuk memperbaiki setiap kendaraan yang rusak di Jepang.

Di Indonesia

Apa recall tersebut  mempengaruhi produk Honda yang dipasarkan di Indonesia? Melalui keterangan resminya, PT Honda Prospect Motor selaku ATPM mobil Honda di Indonesia menegaskan seluruh produk yang diproduksi di Indonesia menggunakan komponen SRS Airbag memiliki desain dan spesifikasi berbeda dengan produksi luar negeri.

"Konsumen Indonesia tidak perlu khawatir terhadap mobil sejenis yang teridentifikasi recall di luar negeri. Karena telah dipastikan oleh Honda Motor Co. bahwa Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang melakukan Recall lantaran menggunakan inflator yang memiliki desain serta spesifikasi yang berbeda,” tukas Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM dalam keterangan resminya, Rabu (10/2/2010) malam.


SPBU
Lokasi
  + index
Bengkel
Lokasi
  + index

© 2008 - 2012 KOMPAS.COM - All Rights Reserved