Jumat, 19 September 2014

Otomotif


Kinerja Ekspor Mobil Terkikis 44 Persen

Penulis: Agung Kurniawan | Kamis, 04 Februari 2010 | 09:36 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : AGUNG KURNIAWAN

JAKARTA, KOMPAS.com - Krisis keuangan yang berkecamuk sepanjang tahun lalu tak membuat khawatir sejumlah pebisnis otomotif nasional. Meski pasar mobil anjlok, tapi tak separah yang diprediksi di awal tahun. Karena, ekonomi Indonesia bisa bangkit di semester kedua. Justru kinerja mobil ekspor CBU secara utuh completely built-up (CBU) terkikis hingga 44 persen menjadi 56.669 unit dibanding tahun lalu mencapai 100.982 unit.

Penurunan bahkan melampaui anjloknya pasar mobil nasional yang cuma turun sekitar 20 persen menyentuh level 486.061 unit. Di dunia hanya empat negara yang berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif, yakni China, India, Brazil, termasuk Indonesia.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo menjelaskan, krisis finansial global tahun lalu melemahkan daya beli negara mitra dagang Indonesia. Imbasnya, permintaan mobil rakitan Indonesia melemah. "Untuk tahun ini ekspor berpotensi kembali bangkit 23-59 persen menjadi 70-90.000 unit selaras dengan pertumbuhan penjualan domestik," ujar Bambang, awal pekan ini.

Gaikindo memprediksi pasar mobil domestik tahun ini akan kembali menguat 16-24 persen menjadi 560-600.000 unit. Ia menilai, pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan mencapai 5-5,5% dapat mendongkrak penjualan mobil domestik.

Terkait prediksi ekspor CBU tahun ini, Deputy General Manager Overseas Sales & Marketing SIM Bebin Djuana dan Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy satu suara dan tetap optimis.

Bebin mengatakan, ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kinerja ekspor nasional. Pertama, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bukan sesuatu yang positif untuk produk ekspor karena mempengaruhi nilai. Kedua, fluktuasi harga minyak mentah yang sulit diprediksi. Ketiga, situasi umum seperti geografis, politik, dan sosial sebuah negara tujuan ekspor yang juga sulit diprediksi. "Artinya, harapan perbaikan kinerja tetap ada tapi tetap obyektif tak bisa muluk-muluk. Paling 5-10 persen masih bisa tercapai pertumbuhan ekspor," jelas Bebin.

Jonfis menambahkan, pemulihan perekonomian dunia akan berdampak positif terhadap kinerja ekspor Indonesia. Selain itu, diberlakukannya ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada tahun ini bakal merangsang produsen mengekspor karena ada pembebasan bea masuk impor mobil CBU ke sesama negara anggota.

Tabel Kinerja Ekspor Mobil CBU

TahunVolume (unit)
200517.805
200630.974
200760.267
2008100.982
200956.669
201070.000


Sumber : Gaikindo, diolah
* : angka prediksi


Editor : Bastian