Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |    Register   |  

Musim Hujan, Perhatikan Bohlam dan Sakelar Lampu Motor

| | Rabu, 18 November 2009 | 09:06 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS

    Cahaya putih saat hujan justru jadi bias

  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/M.DAVID

    Ganti bohlan orisinal agar cahayanya pas

  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/M.DAVID

    Mika lampu kalau kotor dibersihkan dengan air sabun

  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/M.DAVID

    Sakelar lampu belakang, bisa dietel derat murnya

KOMPAS.com — Saat dikendarai di tengah lebatnya guyuran hujan, sinar lampu sepeda motor, baik depan maupun belakang harus terang. Cahaya makin redup karena kabut dan cuaca mendung serta karena permukaan lampu ditutupi kotoran.

Lebih parah, kondisi mika lampu mulai kusam. Jika demikian, maka segera ganti. "Kalau kusam bisa dicuci pakai air sabun. Tapi jangan lupa perbaiki karet pelindung sambungan mika dengan rumah reflektor agar air kotor tidak masuk," pesan Lusep Sugiharto, mekanik Kahanan Motor.

Dalam kondisi cuaca kurang baik, sebaiknya jangan menggunakan bohlam bening yang punya colour temperature (CT) tinggi, semacam halogen. Pasalnya, cahaya kebiruannya akan bias jika terkena air hujan atau kabut. Jarak pandang jadi pendek.

Wira Sentosa dari SACS Speedglow di Pondok Gede, Jakarta Timur, menyarankan penggunaan foglamp atau lampu kabut yang pancaran sinarnya cenderung kuning.

Selain itu, perhatikan juga sakelar rem lampu belakang. Kadang, meski pedal rem tidak diinjak, lampu menyala terus sehingga membingungkan pengendara di belakang. Tak cuma itu, selain boros setrum, masalah ini juga bikin bohlam panas.

Untuk mengatasinya, lakukan penyetelan ulang sakelar lampu belakang. Untuk bebek atau sport, posisi sakelar terpasang dekat push step kanan (belakang mesin).

Cara menyetelnya, hanya posisikan mur kontra yang juga berfungsi sebagai pengikat rumah sakelar. Bila kurang keras, bisa diputar dengan tangan. "Tapi sebelum setel mur kontra, ada baiknya atur jarak tekan (main) pedal atau tuas rem. Biasanya 20 atau 30 mm," ungkap Maman Sugiman dari sekolah mekanik HMTC di Rawamangun, Jakarta Timur.

Kalau sudah diatur, maka setel jarak main sakelar lewat bantuan kawat penghubung besi yang menarik sakelar. "Biasanya, jarak main kawat penghubung saat menarik tombol sakelar kira-kira seperempat jarak main tuas rem," ungkap Boim, sapaan akrab Maman. (KR15)

Sumber: Motor Plus

SPBU
Lokasi
  + index
Bengkel
Lokasi
  + index

© 2008 - 2012 KOMPAS.COM - All Rights Reserved