Kamis, 23 Oktober 2014

Otomotif


Knalpot Racing Vespa Marak Lagi

Penulis: | Jumat, 13 November 2009 | 09:59 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/BOYO

    Ada yang lokal dan impor. Gampang kok membedakannya

  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/BOYO

    Knalpot Polini buata Italia dibanderol Rp2 jutaan

KOMPAS.com — Vespa pakai knalpot racing bukan hal baru. Tren ini sudah ada sejak beberapa tahun silam. Hanya, dulu vespa mengandalkan produk lokal, seperti merek Sito Racing dan Zipenk Racing. Nah, kini pemakaiannya marak lagi. Ada yang menggunakan produk impor, ada pula yang lokal, seperti terdapat di komunitas Vespa Campur Sari (VCS) yang suka mangkal di Circle K di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan.

Knalpot racing bisa diaplikasikan ke semua tipe Vespa, mulai dari produksi lawas, seperti Super, Sprint, PX, hingga New PX. "Baik yang PTS maupu Vespa Special sudah banyak pakai knalpot racing," bilang M Fadli, pebalap motor yang tergabung dalam komunitas VCS.

Saat ini, pilihan jenis knalpot racing lokal tidak terlalu banyak. Umumnya masih mengandalkan buatan Zipenk Racing. Sementara itu, yang buatan luar, pilihannya justru banyak. Mulai dari Malossi, Proma, Polini, hingga Pinasco. Semuanya berasal dari negeri asal Vespa, Italia.

Bedanya dengan buatan lokal, suara knalpot impor ini lebih lembut. Demikian menurut Leo, pemilik Vespa New PX. Materialnya pun, kalau lokal, pakai pelat lebih tipis dan sambungan antarpelat masih kasar. Selain itu, pemasangan knalpot racing perlu penyetelan ulang pada mesin agar memberikan performa maksimal.

Ada juga knalpot bikinan Thailand, dan tanpa label. Cirinya, moncong knalpot keluar dari kiri dan pelatnya sudah dikrom. Soal harga, knalpot ini cukup tinggi. Untuk yang impor, seperti Pinasco, knalpot tersebut dibanderol Rp 3,5 juta. Sementara itu, produk lokal memiliki harga antara Rp 150.000 dan Rp 250.000. (Belo)


Editor :