Suzuki Berharap Perdagangan Bebas India-Indonesia
-

Sumber : - | Author : Kompas.com/Zulkifli BJ
Mengharapkan perjanjian perdagangan bebas India-Indonesia untuk menekan harga Karimun Estilo.
-

Sumber : - | Author : Kompas.com/Zulkifli BJ
Karimun Estilo mobil kota kecil, harganya dinilai masih kemahalan!
TERKAIT
JAKARTA, KOMPAS.com — Di India, Harga Suzuki Karimun Estilo yang aslinya bernama Zein Estilo itu bila dikonversi ke rupiah menjadi hanya Rp 70 juta. Setelah sampai di Indonesia, versi terbaru itu dijual seharga Rp 127,75 juta. Itu pun masih mempertahankan harga sebelumnya.
Berbagai komentar pun muncul. Tak hanya di kalangan wartawan yang diajak mencoba mobil ini, tetapi juga masyarakat atau konsumen Indonesia yang makin jeli. Mereka menilai, harga tersebut masih terlampau mahal untuk sebuah mobil seukuran Estilo. Mereka pun langsung membandingkan dengan dua produk terlaris di Indonesia dari pabrik yang sama, Avanza dan Xenia. Teknologi atau aspek lain tidak dipertimbangkan.
Harga Estilo saat ini sama dengan Xenia LI MC Plus yang juga menggunakan mesin 995 cc. “Xenia bisa memuat 7 penumpang,” ungkap seorang rekan wartawan yang ikut rombongan test drive Karimun Estilo Jakarta-Bandung-Jakarta. Malah, bila dibandingkan dengan Avanza bermesin 1,3 tipe E (termurah), bedanya cuma sekitar Rp 5 juta (Avanza tipe E Rp 132,1 juta).
Komplain konsumen tersebut diakui Suzuki. Namun, Suzuki Indonesia tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, mobil tersebut diimpor dalam bentuk CBU atau sudah jadi dari India. Bea masuknya pun lebih tinggi dibandingkan bila diimpor dari negara ASEAN, seperti Thailand atau Malaysia.
“Kalau sudah ada perjanjian free-trade (perdagangan bebas) antara India dan Indonesia, seperti yang dilakukan negara-negara Asia, harganya bisa turun dan makin terjangkau,” ungkap Endro. Karena itulah, ia berharap adanya perjanjian tersebut.
Sebenarnya, bukan hanya Suzuki yang menghadapi hal seperti ini. Produsen lain yang juga mengimpor CBU dari India, Hyundai (i-10) juga mengalami nasib yang sama. Akibatnya, harga mobil kecil yang seharusnya di bawah Rp 100 juta justru paling rendah Rp 120 juta. Padahal, India dikenal sebagai basis mobil-mobil kecil oleh beberapa produsen mobil dunia.
Namun kalau dibiarkan, problem lain juga muncul. Industri mobil domestik juga terancam, apalagi pemerintah memiliki rencana untuk membangun industri mobil murah.

PRODUK BARU
GALERI
MODIFIKASI





