Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |    Register   |  

Inilah Helm Karbon Buatan Dalam Negeri Pertama

| | Kamis, 02 Juli 2009 | 18:20 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : -

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasar produk kendaraan roda dua di Indonesia sedang berkembang dengan pesatnya. Para produsen besar dan kecil berlomba-lomba menawarkan produk-produk unggulannya. Konsumen pun seakan digiring untuk menjadikan motor sebagai pilihan beraktivitas di tengah kondisi kemacetan kota-kota besar. Lengkaplah sudah! Ada penawaran, permintaan pun menyambutnya.

Nah, terkait dengan mode hidup bermotor yang belakangan makin merebak, peranti keselamatan berkendara pun menjadi "kecipratan" rezeki. Jika tak menggunakan safety shoes atau sarung tangan, minimal helm menjadi perlengkapan yang selalu digunakan oleh seluruh pengendara sepeda motor, apalagi di jalan-jalan protokol kota besar.

Permintaan akan produk helm pun tentu menggeliat. Mulai dari helm "ember" yang tipis dan sebatas aksesori agar tak kena tilang, hingga helm "mewah" berharga jutaan rupiah mudah ditemui saat ini. Lantas bagaimana dengan helm karbon?

Ya, helm berbahan dasar karbon menawarkan bobot yang lebih ringan dari helm-helm berbahan konvensional lainnya. Namun, dari sudut kekuatan, bahan karbon tentu jauh lebih kuat dari plastik. Sayang, helm jenis tersebut selama ini masih diimpor dan menjadi konsumsi para pengendara motor mahal.

Namun siang ini, produsen helm Tanah Air yang memasarkan produknya dengan merek KYT, INK, dan MDS menciptakan terobosan dengan mulai memproduksi barang itu di dalam negeri.

Tidak hanya bahan yang terbuat dari karbon, helm-helm baru itu ditawarkan dengan bentuk dan kenyamanan yang menggoda. Sebutlah double visor. Fitur itu memungkinkan pengguna motor untuk mengganti lapisan kaca sesuai peruntukannya. Misalnya kaca terang/bening di malam hari dan kaca gelap di siang hari.

"Karbon kevlar sendiri bukan barang baru di dunia, namun baru di Indonesia." kata Henry Tedjakusuma, Direktur Marketing PT Tara Kusuma Indah (TKI) dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/7) siang.

Keunggulan bahan ini, selain ringan, adalah tahan panas. Henry mengklaim kekuatan produk ini lima kali kekuatan tembaga. Untuk ketiga merek helm di atas, pihak TKI pun sudah memakai fitur double visor tersebut, baik untuk full face, three quarter open face, maupun modular flip-up.

Enam varian helm double visor yang dirilis hari ini adalah MDS (Bravo), KYT (2 vision dan runner 2) dan 2 varian INK (CDR 600 dan Enzo), serta 1 varian Bell M 10.

Sebagai tambahan. Jika helm lokal selama ini terbatas dengan ukuran yang standar, produk baru ini pun tetap berpihak pada pemilik ukuran badan "jumbo". "Ada helm ukuran XXL yang tak ditawarkan helm lokal lain," kata Henry.

Sayang, Henry tak menyinggung masalah harga. Bagaimana Pak? Apa ini sama mahalnya dengan helm impor? Mudah-mudahan tidak.... (M5 09)

Sent from Indosat BlackBerry powered by

SPBU
Lokasi
  + index
Bengkel
Lokasi
  + index

© 2008 - 2012 KOMPAS.COM - All Rights Reserved