Bridgestone Indonesia Dapat Limpahan Order dari Amerika Serikat

Sumber : - | Author : Kompas.com/Agung Kurniawan
John M. Arsyad, paling kanan memberikan penjelasan kepada wartawan tentang perkembangan bisnis Bridgestone di Indonesia.
JAKARTA, KOMPAS.com — Krisis keuangan global yang berakar dari Amerika Serikat (AS) tak selalu berdampak negatif bagi semua industri, khususnya komponen otomotif. Hal ini dirasakan produsen ban nasional, PT Bridgestone Tire Indonesia (BSI), dengan menerima limpahan pesanan 30.000 ban per bulan sejak Maret 2009.
Manajer Penjualan BSI John M Arsyad mengatakan, limpahan order ini terjadi menyusul terjadinya penurunan produksi pabrik Bridgestone di AS. Sejumlah order yang diperoleh dari AS kemudian dialihkan ke basis produksi di Indonesia dan Thailand.
"Saat krisis ekspor kita ke AS sempat drop pada Januari-Februari 2009 sampai 100.000-120.000 unit per bulan. Namun, dengan adanya limpahan order, ekspor kita ke AS kembali normal di level 150.000 unit per bulan sejak tiga bulan lalu," ujar John di sela-sela kampanye Keselamatan Ban di Rest Area tol Cikampek Km 57, hari ini.
Limpahan order ini akan berlangsung setidaknya hingga akhir 2009 dengan estimasi nilai total ekspor Rp 7,5miliar. Setiap bulannya, BSI mampu mengeskpor sekitar Rp 150 miliar per bulan, 25 persen (Rp 37,5 miliar) merupakan kontribusi pasar AS. "Jadi nilainya sekitar 20 persen dari total ekspor ke AS. Relokasi terus belangsung sampai krisis mereda," ungkap John.
Tiga bulan pertama tahun ini, kinerja BSI sempat diguncang krisis keuangan global yang berakibat penurunan ekspor 20-30 persen. Namun kini, kondisinya berangsur normal menyusul adanya relokasi order ke pasar AS.
Produk baru
Sementara itu, kehadiran produk baru B 250 mampu menopang pasar di segmen purna jual (replacement) sehingga mampu meningkatkan pangsa pasar dari 38 persen pada Febuari menjadi 42 persen pada Juni 2009. Volume pasar produk baru ini meningkat 200.000 menjadi 250.000 ban per bulan, bahkan sempat mencapai 320.000 pada Juni ini. "Kami merupakan pemimpin pangsa pasar di segmen replacement," jelasnya.
Di segmen original manufacturer equipment (OEM), volume BSI mengalami penurunan hingga 30 persen menjadi 100.000 unit, bahkan sempat menyentuh level terendah 90.000 ban pada Mei 2009. "Penurunan OEM ini berbanding lurus dengan drop-nya produksi otomotif nasional," imbuh John. (AGK)

PRODUK BARU
GALERI
MODIFIKASI






