Honda Jazz VTEC Berani Menantang Sedan Hatchback Lainnya
-

Sumber : - | Author : MOTOR/ROBERT SILABAN
-

Sumber : - | Author : MOTOR/ROBERT SILABAN
GT Wing J's Racing. Sistem exhaust dengan penambahan center pipe
-

Sumber : - | Author : MOTOR/ROBERT SILABAN
Pendinginan mesin sudah optimal. Kap mesin dan detil dibaluti bahan serat karbon
-

Sumber : - | Author : MOTOR/ROBERT SILABAN
Interior lebih kalem
TERKAIT
KOMPAS.com — Yang punya Honda Jazz atau All New Honda Jazz sudah dimodifikasi berat mesinnya, boleh menjajalnya dengan Honda Jazz VTEC 2007 yang satu ini. Kap mesin, plus detail bodi yang carbon full, bukan sekadar gaya. Sedan hatchback ini memang punya tenaga sangat gahar.
Bahkan, Si Hitam ini punya sebutan lain 'Speed Breaker". Bisa begitu lantaran modifikasi yang dilakukan tim Rosella boleh dibilang sempurna, mulai dari mesin hingga detailnya. Begitu ucap Ryan, Chief Engineering Rosella yang menggunakan peranti best of the best.
Seperti mesin, untuk meningkatkan performa, Ryan menjatuhkan pilihan pada HKS. Sekalipun internal dapur pacu dibiarkan standar, tetapi untuk melesat sampai 200 km/jam dicapai dengan mudah. Sebabnya, rumah turbo HKS T25 diberi boost 0,4 bar. Bisa lebih kencang lagi jika electronic valve controller (EVC) atau boost controller dinaikkan menjadi 0,5 bar.
Cuma mengandalkan turbo aja. Untuk Jazz ini, Ryan juga mengoptimalkan pada sistem gas buang. "Sistem exhaust harus yang optimal dalam melepas gas buang dari turbo," ujarnya. Penambahan center pipe exhaust HKS berbahan stainless steel yang ditandem dengan muffler J's Racing membuat aliran tenaga enggak putus di putaran menengah sampai atas.
Untuk mengantisipasi turbo pecah, sistem pendinginan dioptimalkan dengan memakai intercooler dari HKS berikut pipa-pipanya. Dengan begitu, mesin menerima suplai udara yang lebih dingin dan trubo lebih awet karena efek lancarnya udara dari inlet turbo. Selain itu, suhu mesin juga tidak alpa dikoreksi.
Selain turbo, mesin pun perlu dijaga. Mencegah dapur pacu tidak jebol, oil cooler masih mengandalkan bikinan HKS, termasuk juga ATF cooler kit agar suhu di transmisi matik tidak naik. Masih ada lagi, yakni air filter dari HKS, kecuali boks tambahan dibikin sendiri dari aluminium yang diselimuti karbon.
Sayangnya, kendaraan yang sudah diberi turbo kit HKS ini punya kelemahan pada sistem transmisi matik. Suhu mesin, kata Ryan, jadi gampang panas karena putaran mesin menjadi lebih berat saat kitiran mesin di bawah. Saat digenjot powerfull, mesin kerap over heat. Beruntung, mesin tidak jebol, hanya radiator—kebetulan pakai yang standar—rusak dan pecah.
Solusinya, radiator racing buatan Koyo Racing yang ditandem dengan super electric fan dari Billion. Hasilnya, mesin yang mempunyai performa sampai 180 dk itu jadi optimal. (Andri)

PRODUK BARU
GALERI
MODIFIKASI





