Jumat, 25 Juli 2014

Otomotif


First Drive

Proton Saga 1.3L Cocok untuk Anak Muda

Penulis: | Senin, 27 April 2009 | 10:00 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : AUTOBILD/PEKIK

  • Sumber : - | Author : AUTOBILD/PEKIK

    Desain belakang tidak kaku

  • Sumber : - | Author : AUTOBILD/PEKIK

    Posisi head unit bikin badan harus merunduk saat pengoperasiannya

  • Sumber : - | Author : AUTOBILD/PEKIK

    Jok semi-bucket bikin badan tidak pegal (kiri). Mesin belum dilengkapi bikaan katup variabel

KOMPAS.com — Anda punya uang sekitar Rp 125 juta dan ingin punya mobil baru. Dana yang tanggung jika ingin membawa pulang kendaraan populer, katakanlah mini-MPV, seperti Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia. Akan jauh dari harapan lagi, seumpama Anda mengincar sedan hatchback New Honda Jazz, Toyota Yaris, atau Suzuki Swift.

Enggak usah gusar, masih ada pilihan kalau tetap ingin sedan, yakni Proton Saga dari Malaysia yang mengusung konsep retro car. Itu terutama bagian dalamnya, sedangkan eksterior tampak modern dengan gril dan airdam bercorak sarang lebah. Dengan demikian, sedan negeri jiran ini tampil lebih sportif.

Interior yang berbau retro tidak seluruhnya. Seperti desain jok yang semi-bucket, tak cuma tubuh bisa ditopang dengan sempurna, buat perjalanan jarak jauh pun badan tidak cepat pegal lantaran busa sangat empuk.

Hanya, ketika hendak mengoperasikan audio, badan dibuat sedikit menunduk alias lepas dari sandaran karena penempatan head unit agak ke bawah di konsol tengah. Trus, paket electric window pun hanya ada di bagian pengemudi. Selebihnya masih menggunakan tuas dengan sistem putar.

Ya, untuk sebuah sedan seharga Rp 115 juta dengan perlengkapan seperti itu adalah masuk akal. Bahkan, kaca spion sudah elektrik, sebagai perlengkapan standar.

Saat dites, performa mesin berkapasitas 1.332 cc (1.3L) bisa sedikit dibanggakan. Meski tanpa dilengkapi teknologi pengatur waktu bukaan katup dan lebih mempercayai pada variable intake manifold, toh untuk akselerasi 0-100 km/jam bisa ditembus 11,57 detik. Padahal, pabrik mengklaim 13 detik. Begitu juga kecepatan maksimum yang dipatok 160 km/jam. Dari hasil tes bisa menembus 180 km/jam.

Untuk konsumsi bahan bakar, Proton yang diajak melewati rute kombinasi mampu mencatat 10,97 km/liter, sedangkan rute tol dicapai 16,12 km/liter. Ekonomisnya mesin Proton ini karena menggunakan teknologi throttle by wire.

Dengan tenaga maksimum 94 dk dan bobot kendaraan 1.035 kg, perbandingan gigi transmisi dibuat agak 'kasar'. Saat melaju 100 km/jam, takometer menunjukkan angka 3.300 rpm.

Sedikit mengejutkan, akurasi kemudi tajam dan mobil mampu dikendalikan dengan mudah saat mengalami gejala selip di jalan berkelok-kelok. Begitu pula dengan bantingan suspensi, mobil ini begitu mantap dikendarai. (Dhany Ekasaputra)


Editor :