Kamis, 2 Oktober 2014

Otomotif


Yuk, Menguras Radiator mobil

Penulis: | Selasa, 14 April 2009 | 14:24 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : AUTOBILD/ADITYA INDRA

  • Sumber : - | Author : AUTOBILD/ADITYA INDRA

    Setelah mesin dipanaskan, bukan tutup radiator dan lubang pembuangan di radiator. Ada yang letaknya di bagian bawah

  • Sumber : - | Author : kompas.com/bastian

    Kalau air berkurang tambah lagi

KOMPAS.com — Air radiator (water cooling system) mobil perlu diganti secara berkala. Tujuannya, selain menjaga korosi, kemampuan coolant mengikat panas akan menurun dalam jangka waktu tertentu.

Umumnya, penggantian air radiator dilakukan setelah mobil menempuh setiap 40.000 km. Mengurasnya bisa dikerjakan sendiri. Namun, untuk mobil-mobil baru, pengerjaannya tidak segampang kendaraan produksi 1990-an. Kesulitannya karena lubang pembuangan tersembunyi dan harus menggunakan obeng plus.

Ketika menggunakan water coolant, diimbau jangan berganti-ganti merek. "Sebaiknya, air radiator diganti dengan merek yang sama atau menggunakan produk orisinal dari produsen mobil," sebut Santoso Tri Handjono, Kepala Bengkel Nissan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Hal itu, lanjutnya, untuk menghindari reaksi kimia akibat perbedaan merek.

Selain itu, material radiator pun perlu mendapat perhatian. Tembaga atau aluminium sangat menentukan jenis dari merek air radiator.

Inilah langkah-langkah menguras air radiator;
1. Bila mesin dalam keadaan dingin, panaskan sekitar 3-5 menit agar cooling system berputar. Dengan demikian, kotoran tidak mengendap di bagian bawah.

2. Setelah itu, buka tutup radiator perlahan-lahan. Kemudian, lanjutkan dengan buka lubang pembuangan pada radiator.

3. Bila ingin mengganti dengan merek lain, tutup lubang pembuangan dan isi radiator dengan air jernih seperti air murni (boleh air aki dalam botol biru).

4. Hidupkan mesin hingga thermostat terbuka. Cirinya, dapat terlihat pada air yang bersirkulasi di lubang tutup radiator.

5. Matikan mesin dan diamkan sekitar 15 menut. Lalu, buka kembali lubang pembuangan pada radiator. Lakukan berulang kali langkah pengurasan sampai kondisi air terlihat bening.

6. Kemudian, isi radiator dengan water coolant yang baru.

7. Hidupkan kembali mesin sambil sedikit memainkan pedal gas hingga 2.000 rpm. Tujuannya, untuk meminimalkan celah udara yang terjebak dalam sistem.

8. Jika air berkurang, tambahkan coolant pada radiator hingga penuh lalu tutup.

9. Bila mobil telah dilengkapi dengan bleeding bolts, Anda hanya perlu membukanya 1/4 putaran dan biarkan mesin bekerja.

10. Jika gelembung udara yang keluar telah berganti dengan semburan air, segera tutup dan matikan mesin. Berarti, proses penggantian telah selesai. (Dhany Ekasaputra)


Editor :