Sabtu, 1 November 2014

Otomotif


Rahasia Keunggulan Innova dari Kijang Kapsul

Penulis: Zulkifli BJ | Kamis, 26 Maret 2009 | 11:01 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/ZULKIFLI BJ

    Kijang Innova dan Kapsul dengan mesin sama-sama 2.000 cc.

  • Sumber : - | Author : TAM

    Mesin Innova bensin dengan satu koil untuk satu busi

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/ZULKIFLI BJ

    Throttle Body pada Kijang Innova. Dikontrol dengan "drive by wire" dari pedal gas.

KOMPAS.com — Sama-sama berkapasitas 2,0 liter, 4 silinder, dan segaris. Diameter dan langkah juga sama, yaitu 86 x 86 mm. Itulah kesamaan mesin bensin Innova, 1TR-FE dengan mesin Kijang RZ-E terakhir atau Kapsul.

Kendati fisik sama, kemampuan berbeda. Mesin 1TR-FE mampu menyemburkan tenaga 100 kW atau 136 PS @ 5.6000 rpm, sedangkan RZ-E 71kW @ 4.800 rpm. Begitu juga dengan torsi, masing-masing 182 @ 4.000 rpm dan 152/2.800 rpm.

DIS. Kok begitu? Teknologi yang menjadi penggerak utamanya berbeda. Untuk meningkatkan kinerja dan keandalan, mesin Innova menggunakan teknologi DIS (distributorless ignition system) dan busi cerutu.

Pada sistem ini tidak ada lagi distributor. Satu busi menggunakan satu koil. Setiap koil langsung dilengkapi dengan igniter. Hasilnya, pengapian jadi lebih andal dan bisa menghasilkan pembakaran yang makin baik dan akurat.

Untuk memasok bensin, Toyota menggunakan nosel panjang 4 lubang. Tambahan lain adalah knock sensor yang membuat mesin bisa menyesuaikan diri dengan kualitas bahan bakar yang digunakannya.

Misalnya, karena perbandingan kompresi tinggi, 9,8 : 1, mesin ini akan lebih mantap bekerja dengan bensin beroktan lebih tinggi, misalnya 92 atau 95. Namun, bila kondisi darurat, bisa saja menggunakan bensin premium beroktan 88. Knocking sensor mengatur waktu pengapian sesuai dengan bensin yang digunakan sehingga gejala menembak atau knocking bisa dicegah.

Agar makin efisien, komponen yang bekerja secara mekanis diganti dengan sistem kelistrikan. Misalnya, untuk mengatur gas atau putaran mesin. Tidak lagi digunakan kabel besar yang menghubungkan pedal gas throttle body.

Sekarang digunakan kabel dan pedal gas berfungsi seperti potensio geser pada alat-alat elekronik, misalnya untuk mengatur volume radio atau amplifier. Sensor posisi throttle body menggunakan kontak langsung, sedangkan VVT-i bertujuan untuk membuat mesin bekerja lebih luwes.

Model
1TR-FE
1RZ-E (KIJANG)
Tipe
4 silinder, segaris
Mekanisme Katup
16 katup, DOHC, VVT-i,
Penggerak rantai
8 katup, SOHC,
 Penggerak rantai
Kapasitas                         cm3 
1998
 ←
Diameter x Langkah mm
86,0 x 86,0
Perbandingan kompresi
9,8 : 1
9,0 : 1

Tenaga maksi
SAE-
net [kW/rpm]

100/5.600
71/4.800
Torsi maksi
SAE-net [N·m /rpm]
182/4.000
152/2.800
Valve
Timing
Intake
Buka
0°~ 45° BTDC
13° BTDC
Tutup
64°~ 19° ABDC
47° ABDC
Exhaust
Buka
44° BBDC
53° BBDC
Tutup
8° ATDC
7° ATDC
Oktan bensin
91 atau lebih
Viskositas dan Grade Oli
5W-30/API SL,
SJ, EC or ILSAC

Dari tabel perbedaan di atas bisa disimpulkan dengan teknologi barunya, sejauh apa Innova dalam menghasilkan tenaga dan torsi. Di samping itu, dengan kemampuan buka dan tutup katup isap yang bervariasi, mesin Innova bisa bekerja lebih luwes.

Untuk bisa memanfaatkan kelebihan tersebut, juga perlu diketahui cara mengontrol dengan tepat.


Editor :