Hamilton Harus Bayar Gelarnya Rp 2,8 Miliar

Sumber : - | Author : GETTY IMAGES
JAKARTA, MINGGU — Bagi Lewis Hamilton, meraih gelar juara dunia F1 2008 menjadi kebanggaan luar biasa. Namun, pembalap tim McLaren kelahiran Tewin, Inggris, ini harus membayar kepada Formula One Management (FOM), selaku penyelanggara seri balapan, sebesar Rp 2,81 miliar.
Biaya sebesar itu dirinci oleh FOM meliputi pembayaran superlicence sebesar 10.400 euro, 2.100 euro untuk setiap poin kemenangan, dan asuransi 2.720 euro. Berarti, Hamilton harus merogoh kocek 10.400 + 205.800 (2.100 x 98 poin) + 2.720 = 218.920 euro (kurs 1 euro Rp 14.600).
Adapun runner-up dunia, Felipe Massa, harus membayar kepada FOM lebih murah Rp 1 juta dari Hamilton, sedangkan Sebastian Vettel dari Jerman yang tahun lalu mengoleksi 35 poin dikenakan biaya Rp 213,4 juta (86.620 euro).
Tingginya pembayaran itu membuat para pembalap F1 tidak bersedia membayar kepada Bernie Ecclestone, bos FOM. Terutama mengenai uang superlicences dan angka tiap poin yang tahun ini naik. Bila sebelumnya dikenakan 10.000 euro untuk superlicences, tahun ini menjadi 10.400 euro, sedangkan uang untuk tiap poin naik 100 euro menjadi 2.100 euro.
Ketentuan 2009 ini berlaku untuk penghitungan raihan angka selama musim kompetisi 2008. Berarti, FOM menerima pemasukan dari 20 pembalap sebesar Rp 25,3 miliar (1.736.200 euro). Jumlah itu terdiri dari superlicences 208.000 euro, asuransi 54.000 euro dan poin kemenangan yang selama 2008 terkumpul total 702 angka (x 2.100 euro) sebesar 1.474.200 euro.
Mantan juara dunia dua kali, Fernando Alonso, menanggapi perihal kenaikan biaya ini sudah menjadi masalah serius. "Sudah tidak sehat, dari satu tahun ke tahun berikutnya bisa naik sampai 500-600 persen," ungkap pembalap Tim Renault.
Persatuan pembalap F1 atau Grand Prix Drivers Association (GPDA) berupaya membatalkan kenaikan itu dan pembalap diminta menunda dulu pembayarannya. Presiden FIA Max Mosley memahami keluhan pembalap dan bersedia untuk diskusi, tetapi hanya khusus mengenai biaya superlicences, meski akhirnya tidak menemukan solusinya.
Meski batas terakhir penandatanganan superlicences dalam minggu ini, para pembalap ternyata belum mau melakukannya, walau para pemilik tim sudah mendesak pembalapnya. Sementara itu, FOTA (Formula One Teams Association) bulan depan akan berunding dengan FIA dan FOM.

PRODUK BARU
GALERI
MODIFIKASI





