Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |    Register   |  

Toyota Hilux Double Cab Mengandalkan Tenaga Besar

Zulkifli BJ | | Rabu, 21 Januari 2009 | 20:23 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/ZULKIFLI BJ

    Hilux Double Cab mengandalkan dimensi yang besar dan mesin yang lebih bertenaga.

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/ZULKIFLI BJ

    Interior Hilux lebih mewah dengan dua warna.

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/ZULKIFLI BJ

    Mengandalkan mesin diesel common rail, turbocharger dan intercooler. Lebih bertenaga dengan torsi pada putaran rendah dan rata.

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/ZULKIFLI BJ

    Kokpit dan dashboard Hilux tampil lebih cerah!

JAKARTA, RABU — Toyota akhirnya memasarkan Hilux Double Cabin (DC) di Indonesia. Dari beberapa varian yang dibuat di Thailand, untuk konsumen Indonesia, Toyota memilih Hilux DC mesin turbo diesel intercooler (TDi), common rail dengan teknologi pemindah daya: 4x4 part time

Pilihan tersebut menjadikan Hilux DC unggul dalam beberapa hal dibandingkan dengan kompetitornya yang lebih dulu masuk ke Indonesia. Utamanya adalah tenaga.

Penampilan. Dibandingkan dengan versi single cabin (SC), penampilan pikap terbaru Toyota ini tampak lebih gagah dan kekar. Penyebabnya, dimensi kendaraan ini secara keseluruhan lebih besar dibandingkan dengan SC 460 mm, kecuali pada bak. Khusus untuk bak, DC lebih pendek sekitar 460 mm.

Desain gril dan lampu depan Hilux DC dan SC sama. Perbedaan ada pada bagian depan, yaitu kap mesin. Untuk DC, kap mesin dilengkapi dengan air scoop atau corong dan membuatnya tampil lebih macho.

Perbedaan lainnya adalah ukuran ban, jenis dan model velg. Meski sama-sama menggunakan ban 15, telapak DC lebih lebar, yaitu 255, sedangkan SC 205. Untuk velg, SC menggunakan pelat, sedangkan DC dari alloy. Tambahan lain adalah footstep aluminium yang dipasang di sisi kanan dan kiri.

Interior. Interior DC lebih mewah, kendati desain dasbor dan setir sama saja. Khusus untuk dasbor, DC menggunakan dua warna (two tone): hitam dan gading, sedangkan SC monoton, hitam.

Perlengkapan interior yang disertakan pada Hilux ini adalah AC, audio 2DIN CD player dengan 4 speaker, sedangkan instrumen menggunakan model analog yang berada di dalam tiga lingkaran.

Sumber Tenaga. Karena Hilux DC direkayasa sebagai kendaraan untuk berbagai medan atau pekerja keras, Toyota memilih mesin diesel 3,0 liter. Di negara asalnya, Hilux DC punya dua pilihan mesin diesel, yaitu 2,5 liter dan 3,0 liter.

Teknologi andalan dari mesin ini adalah common rail dan turbo intercooler dan diberi nama D4D (Direct 4-stroke Diesel Turbo Common Rail) oleh Toyota.

Dibandingkan dengan kompetitornya yang sudah lebih dulu dipasarkan di Indonesia, tenaga yang dihasilkan Hilux ini paling besar, yaitu 163 PS, sedangkan torsi 35 kgm. Hebatnya, torsi diperoleh pada putaran relatif rendah dan ‘rata’ (flat), yaitu 1.400-3.400 rpm. Dengan karakteristik tersebut, mesin cocok untuk off-road dan medan yang banyak tanjakannya. Mesin juga cenderung irit karena, untuk mendapatkan traksi, tidak perlu menginjak pedal dalam-dalam (putaran tinggi).

Fitur lain yang dibanggakan Toyota dari mesin  ini adalah intercooler. Alat  ini digunakan untuk mendinginkan udara yang diisap oleh turbin sebelum dipasok ke dalam mesin. Dengan cara ini, kerja mesin lebih efisien karena suhunya bisa dijaga relatif rendah.

Untuk turbo, digunakan teknologi variable nozzle. Dengan ini, kemampuan kerja turbo, mulai dari putaran rendah dan tinggi sama efektifnya. Fenomena turbo lag atau lelet  pada putaran rendah dapat dicegah. Sebaliknya, saat mesin bekerja pada putaran lebih tinggi, putaran turbo yang berlebihan juga bisa dicegah. Dengan cara ini, daya tahan turbo jadi lebih baik.

4x4 Part Time. Untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda, Toyota menggunakan transmisi manual 5 percepatan. Dari transmisi tenaga mesin diteruskan ke transfer case yang bekerja dengan sistem part time. Dengan cara ini, kendaraan bisa bekerja dari sistem 4x4 (off-road) ke 4x2 (on-road) atau sebaliknya. Untuk mengoperasikan transfer case harus dilakukan secara manual dengan posisi H2, H4, N, dan L4.

Perpindahan dari 4x2 ke 4x4 dapat dilakukan sambil jalan, tetapi harus di bawah kecepatan 80 km/jam. Sebaliknya, pengalihan H4 ke H2 dapat dilakukan pada setiap kecepatan. Adapun pengalihan H4 ke L4, kendaraan harus diberhentikan dulu atau di bawah kecepatan 8 km/jam.

Suspensi. Di depan, Toyota menggunakan double wishbone dengan per koil plus penstabil, sedangkan untuk roda belakang, digunakan per daun. Tambahan lain adalah setir dengan bantuan tenaga hidraulik atau power steering, sedangkan rem depan cakram dan belakang teromol.

Dengan kondisi tersebut, wajar saja Toyota bisa menawarkan kendaraan double cab ini dengan harga yang kompetitif.

Dimensi (mm)
Kendaraan
Bak
Panjang
5,255
Panjang
1,520
Lebar
1,835
Lebar
1,515
Tinggi
1,820
Tinggi
450
Jarak sumbu roda
3,085
 
Bobot
1,865 kg
GVW
2.755 kg
Radius putar
6,5 meter
 
Mesin
Tipe
Diesel DOHC, injeksi langsung,
4 silinder, 16 katup,  
turbocharger dan intercooler
Kapasitas
2.982 cc
Perbandingan kompresi
17,9: 1
Tenaga maks.
163 @3.400 rpm
Torsi maks.
35 @1.400-3.200 rpm
Sistem pasokan BBM
Common rail
Sent from Indosat BlackBerry powered by

SPBU
Lokasi
  + index
Bengkel
Lokasi
  + index

© 2008 - 2012 KOMPAS.COM - All Rights Reserved