XTronic CVT Membuat Nissan XTrail Senyaman Sedan
-

Sumber : - | Author : ASCOMEXX/DEWO BRAHMANTO
Sempat dijajal melewati jalanan off-road
-

Sumber : - | Author : ASCOMEXX/DEWO BRAHMANTO
Melintas di tengah kota menggunakan XTronic. Tenaga untuk menyalip pun didapat
-

Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/BASTIAN
Pengisian bahan bakar sebelum finish di markas Nissan di MT Haryono
-

Sumber : - | Author : KOMPAS.COM, ASCOMEXX/BASTIAN DEWO B
Atas; Tujuh unit XTrail baru diterjunkan (kiri) dan hujan menyertai pengujian (kanan). Bawah: XTrail dijajal di trek off-road
TERKAIT
Penasaran! Itulah perasaan yang dialami Kompas.com ketika diajak menjajal Nissan X-Trail baru yang dikemas dalam acara Test Drive All New Nissan X-Trail 2.0 XTronic CVT, 7-8 Januari lalu. Sampai-sampai, kami yang berempat dalam satu mobil bersama wartawan Kompas (Iwan Ong), Sindo (Donny), dan Ascomexx (Dewo Brahmanto) sepakat untuk menargetkan menang dalam lomba irit bahan bakar ini.
Ini karena masing-masing personel ingin merasakan seperti apa kecanggihan transmisi XTronic CVT yang untuk pertama kalinya dipasang pada SUV untuk pasar Indonesia ini. Sambil melesat di jalur tol, Kompas.com memberi coaching clinic singkat cara mengoperasikan XTronix CVT yang fungsinya cukup membantu dalam mengirit bahan bakar dengan rute Jakarta-Kuningan-Indramayu-Jakarta.
Tenaga didapat
Jadi, saat meluncur di jalan tol Cikampek dalam kondisi lancar (kecepatan 100 km/jam), posisi transmisi ditempatkan pada otomatis (gigi keenam). Begitu kecepatan berkurang akibat padatnya lalu lintas, segera geser tongkat persneling ke kanan (ke XTronic CVT) langsung gigi turun. Semakin lambat lagi, turunkan tongkat ke arah tanda minus (-) sehingga ketika arus lintas lancar kembali, tenaga mobil sudah didapat.
Namun, transmisi XTronic teruji benar ketika rute ke luar Cikampek melalui Purwakarta dan Subang. Jalan berkelok-kelok dikombinasi dengan jalan menanjak dan turunan. Sekalipun tangan kiri sibuk mengoperasikan tongkat, konsentrasi, dan kenyamanan tetap didapat.
Hanya, ketika memainkan XTronic CVT, ada satu hal yang tak boleh terlupakan. Saat gigi persneling sudah posisi lima, jika ingin menaikkan satu tingkat lagi (gigi 6), sebaiknya menggeser tuas ke kiri. Bila dimasukkan ke gigi enam (masih dengan XTronic CVT), putaran mesin akan tertahan begitu berada di atas 2.300 rpm.
Lalu, semakin kencang kecepatan (antara 30 km/jam dan 80 km/jam), setir terasa kian berat sehingga dengan mudah dapat mendeteksi roda depan. Hal ini terjadi karena pada sistem kemudi dilengkapi electronic power steering (EPS), dan saat parkir, putaran setirnya ringan.
Pada mobil-mobil umumnya, ketika melaju di jalan berkelok-kelok, sabuk pengaman terasa seperti membebani. Justru pada Nissan baru 2.0 ini pundak kita bagaikan tidak memakai safety belt.
Di tengah perjalanan, jalur mobil sempat dibelokkan dari jalanan aspal. Nissan yang tanpa dilengkapi sistem transmisi 4x4 (4WD) diajak menaklukkan jalanan off-road; meski hanya berjarak 500 meter, namun cukup dituntut memiliki keterampilan mengemudi.
Kembali dengan mengandalkan XTronic CVT, jalan yang berpunduk unta itu berhasil lewat tanpa harus memakai tenaga ancang-ancang. Jalanan menanjak (ketika balik) yang mempunyai sudut tanjakan sekitar 15 derajat, mobil tetap bisa merayap dengan baik.
Lepas Subang menuju Kuningan, Jawa Barat, lewat Majalengka menjadi rute pengujian suspensi. Meski jalanan beraspal, tetapi bergelombang dan banyak lubang. Gejala bodi rolling terasa kecil sekali. Ini karena suspensinya yang multi-link. Jadi, beban terbagi rata di keempat roda ditambah sudut peredam kejut yang lebih landai.
Dalam perjalanan pulang, kami coba meningkatkan kecepatan, baik di jalanan umum, tol Kanji, maupun Cikampek. Bahkan, di jalur Pantura sempat kebut-kebutan dengan sedan dan melesat dengan kecepatan tertinggi 120 km/jam. Ketika melintas di jalanan tol, kecepatan tertinggi Rp 140 km/jam dan itu masih bisa lebih.
Sampai di pos terakhir di depan kantor Nissan (Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan) dilakukan pengisian ulang bahan bakar. Dengan jarak tempuh sekitar 485 km, mobil kami hanya mengisi lebih dari 52 liter. Berarti tiap kilometernya menyedot bahan bakar rata-rata lebih dari 9 liter.
Sementara itu, pemenang lomba keiritan, pemakaian bensinnya rata-rata tiap satu liter menempuh jarak sekitar 11km. Mobil kami yang 9 liter lebih itu dikemudikan 4 karakter pengemudi yang berbeda.

PRODUK BARU
GALERI
MODIFIKASI





