Nissan X-Trail XTronic CVT Kolaborasi dengan Perancis dan Jerman
-

Sumber : - | Author : ASCOMEX/DEWO BRAHMANTO
Tak ada beda dengan model sebelumnya, kecuali pada gril yang menyesuaikan dengan warna bodi
-

Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/BASTIAN
-

Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/BASTIAN
Interior setali tiga uang dengan bodi, tak ada perubahan
-

Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/BASTIAN
Rauang bagasi tambah lebar karena ada perubahan pada sistem suspensi
TERKAIT
Dari segi tampilan, All New Nissan X-Trail 2.0L XTronic CVT bagaikan anak kembar dengan generasi sebelumnya yang diperkenalkan sekitar Juli tahun lalu. Hanya emblem di belakang bertulisakan XTronic CVT dan tulang di gril mengikuti warna bodi, itulah yang membedakannya. Dan PT Nissan Motor Indonesia (NMI) mengklaimnya sebagai SUV pertama yang menggunakan teknologi tersebut.
Suatu solusi yang tepat ditawarkan NMI untuk menerobos kemacetan lalu lintas di kota-kota besar di Tanah Air tanpa menghilangkan kenyamanan dan kenikmatan berkendara. Sekaligus menghapus image kalau mobil bertransmisi otomatis boros bahan bakar.
Karena, teknologi XTronic CVT ini menyuguhkan dua sistem pengoperasian gigi persneling. Pertama, perpindahan gigi secara otomatis sesuai dengan akselerasi awal yang dilakukan pengendara. Kedua, memindahkan tiap gigi sama seperti transmisi manual hanya tanpa menginjak pedal kopling.
Jadi, tinggal menggeser tongkat persneling ke kanan, kemudian pengemudi mendorong dengan halus (ke arah tanda "+") menaikkan gigi dan menariknya (ke tanda "-") jika ingin menurunkannya. Enaknya, ketika setiap kali akan start, entah di lampu lalu lintas atau mengalami kemacetan, bisa dimulai dengan menggunakan gigi satu atau dua layaknya transmisi manual. Begitu mobil sudah meluncur konsisten, tongkat persneling tinggal digeser ke kiri (D).
Kelebihan lain dari XTronic CVT ini, saat berlangsung perpindahan tiap gigi, baik kala menggunakan otomatis atau manual, tidak terasa hentakan, alias sangat halus. Pada mesin tidak ada jeda (semacam putaran mesin turun) ketika pindah gigi.
Termasuk memakai sistem pengoperasian ala manual. Lantas bagaimana kalau lupa menurunkan gigi? Ia akan turun sendiri sama seperti transmisi otomatis. Menaikkan tiap gigi pun bisa dilakukan tanpa memindahkan tuas. Hanya, putaran mesinnya tidak seperti yang di otomatis. Di sini ia baru pindah setelah jarum putaran mesin mencapai batas maksimal. Ini yang bikin konsumsi bahan bakar jadi boros.
Jerman dan Perancis
Hanya itu saja kelebihannya? Pembuatan All New Nissan X-Trail 2.0 XTronic ini telah melibatkan pabrikan mobil di Perancis dan satu perusahaan komponen dari Jerman. Untuk platform, SUV ini telah mengalami pengembangan dari T30 yang diandalkan pada 2.0L transmisi manual menjadi T31. Hasil kerja sama Nissan dengan Renault.
Untuk suspensi yang tetap mengandalkan multi-link, Nissan menggandeng pembuat shockbreaker dari Jerman, Sachs. Kelebihan dibandingkan model sebelumnya, baik suspensi depan maupun belakang, di-support oleh subframe. Kemudian, caster geometry mengalami pengubahan dengan sudut (angle) lebih besar, dan yang belakang lebih landai.
Keuntungannya, tak cuma kenyamanan, kestabilan mobil juga terjaga ketika menerjang kondisi jalan yang kurang bagus. Selain itu, dengan sudut peredam kejut yang landai membuat ruang bagasi lebih luas.
Pada mesin, kalau dilihat secara keseluruhan memang tak tampak perbedaan dengan model sebelumnya. Namun, penyempurnaan di berbagai sektor dilakukan untuk meraih tenaga dan efisiensi (pembakaran dan pemakaian bahan bakar) yang maksimal. Misalnya, saat mengurangi pergesekan, mengembangkan pembakaran, dan sistem pendinginan. "Jadi, selama ini Anda melihat, pada mobil kebanyakan, exhaust di depan dan intake-nya di belakang. Kalau X-Trail baru ini justru kebalikannya," jelas Deputi Direktur Sales dan Marketing PT NMI Teddy Irawan.
Jadi, pada prinsipnya, tambah Teddy, teknologi CVT pada X-Trail baru ini tugasnya mendekati karakter pengemudinya.*

PRODUK BARU
GALERI
MODIFIKASI






