Penjualan Mobil di Thailand Selama November Anjlok 20,2 Persen

Sumber : - | Author : GETTY IMAGES
TERKAIT
BANGKOK, RABU — Penjualan mobil di Thailand, November ini, mengalami penurunan 20,2 persen dan tercatat sebagai yang terbesar selama enam bulan berturut-turut. Pemicunya, selain krisis ekonomi global, juga akibat gejolak politik di dalam negeri. Demikian dikatakan kalangan industri negara itu, Rabu (17/2).
Penjualan kendaraan di dalam negeri selama November tercatat 46.068 unit (sama dengan pencapaian di Indonesia, malah sedikit lebih banyak). Rinciannya, kendaraan komersial turun 36,7 persen menjadi 27.892 unit, tetapi mobil penumpang justru naik 33,2 persen menjadi 18.176 unit karena adanya pemotongan pajak kendaraan berbahan bakar etanol.
"Itu merupakan penurunan terdalam selama tahun ini karena dampak dari situasi ekonomi dunia dan ketegangan konflik politik," kata Toyota Motors Thailand, yang mengeluarkan data statistik industri mobil negara itu. Pihaknya menargetkan bahwa penjualan selama Desember akan stabil karena produsen mobil menawarkan insentif dan berhasil mencatat penjualan 14.690 unit selama ekspo motor, bulan lalu.
Tiga produsen mobil Jepang—Toyota, Isuzu, dan Honda—mencatat penjualan 82,2 persen dari total pasar mobil Thailand selama November. Toyota telah merevisi target penjualan tahun ini dari 700.000 menjadi 650.000 unit, di mana masih 3,0 persen lebih tinggi dari tahun lalu.
General Motors Thailand, bulan lalu mengatakan, pihaknya akan menghentikan pengoperasian industri perakitan mobilnya selama dua bulan di Provinsi Rayong dan merumahkan 250 stafnya akibat penurunan permintaan dan kondisi induk perusahaannya di Amerika Serikat (AS) yang tengah menantikan dana talangan dari Pemerintah AS.

PRODUK BARU
GALERI
MODIFIKASI





