Rabu, 1 Oktober 2014

Otomotif


Mayat Tanpa Kepala dan Kelamin Ditemukan di Pantai Oka

Penulis: | Sabtu, 06 Desember 2008 | 10:15 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : -

LARANTUKA, SABTU — Warga Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri, dan Desa Mokantarak, Kecamatan Larantuka, Jumat (5/12), dikejutkan dengan penemuan mayat tanpa kepala, alat kelamin, tangan, dan kaki. Tersangkut di akar bakau Pantai Oka, mayat tanpa identitas itu ditemukan Rasim Loku Nuha alias Daud (40), warga setempat.

Saat itu, Daud, petani rumput laut asal Pulau Pura, Kabupaten Alor, hendak pergi ke lokasi budidaya rumput laut miliknya di Pantai Oka.

"Dari jarak sekitar 20 meter sebelum masuk laut, mulai tercium bau busuk. Dua-tiga hari sebelumnya tidak ada bau macam itu. Karena itu, saya terdorong untuk cari tahu sumber bau busuk itu. Saya lihat ada sesuatu yang tersangkut di bakau yang dikerumuni lalat. Saya terus mendekat dan saya lihat sepertinya itu mayat manusia sehingga saya lapor ke Pak Kepala Desa Wailolong, Paskalis Ritan. Ternyata betul, waktu polisi mengecek, itu memang mayat manusia," papar Daud menjawab Pos Kupang seusai penguburan mayat tanpa identitas itu.

Daud membenarkan bahwa kondisi mayat sangat mengenaskan. Tanpa kepala, kaki dan tangan, serta alat kelamin. Jadi, sulit mengetahui apakah mayat tersebut laki-laki atau perempuan.

Daud menduga, mayat tersebut kemungkinan korban kecelakaan di laut yang dihempas arus dan terdampar di Pantai Oka pada saat air laut pasang.

"Selama ini di Desa Wailolong dan Desa Mokantarak serta desa di sekitarnya tidak pernah ada berita orang hilang," tambah suami Ny Yustina Dewa itu.

Kepala Kepolisian Resor Flores Timur (Flotim) Ajun Komisaris Besar M Syamsul Huda melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Inspektur Satu K Panti Daus yang didampingi Kepala Unit Reserse Kriminal I Brigadir Kepala Nyoman Karwadi dan stafnya, Brigadir Dua Ade Iwan Irawan, mengatakan, kabar penemuan mayat itu diperoleh polisi dari Kepala Desa Wailolong Paskalis Ritan.

Dia menjelaskan, mayat yang ditemukan warga itu sudah membusuk. Kepala, dua kaki, kelamin, dan dua tangannya sudah tidak ada. Hanya ada pinggang dan paha serta masih menempel celana pendek. Namun, sulit ditebak apakah celana berwarna hijau itu pakaian laki-laki atau perempuan.

"Dari bagian bahu sampai ke pinggul masih tersisa sedikit daging atau hampir seperti tengkorak yang telah membusuk sehingga sulit ditebak apakah mayat itu laki-laki atau perempuan," kata Panti Daus.

Ia menambahkan, karena identitas tidak jelas, Polres Flotim bersama masyarakat setempat langsung menguburkan mayat tersebut di sekitar Pantai Oka setelah dilakukan visum luar oleh perawat Puskesmas Oka.

Menurut Panti Daus, dalam tiga bulan terakhir tidak pernah ada laporan masuk ke Polres Flotim tentang orang hilang di laut, darat, ataupun udara. Karena itu mayat tersebut kemungkinan orang jauh/luar Flotim yang mengalami kecelakaan di laut dan jasadnya diempas ombak ke darat dan terdampar di Pantai Oka. (Pos Kupang/Martin Lau)


Editor :