Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |    Register   |  

Awas! Waspada di Km60-70 Jalan Tol Jakarta-Merak

| | Selasa, 18 November 2008 | 06:14 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : KOMPAS/ANITA YOSSIHARA

Perbaikan di ruas jalan tol Merak-Jakarta di KM72 membuat kendaraan harus hati-hati. Para pengguna mengeluh meresa tidak nyaman dan rawan kecelakaan

JAKARTA, SELASA - Sejak dibuka 1990-an, Jalan Tol Jakarta-Merak tak pernah sepi dari kecelakaan dan sebagian besar penyebabnya selalu "ditudingkan" pada pengemudi. Tingginya angka kecelakaan, dalam satu pekan ini saja sudah enam korban tewas. Tiga korban tewas setelah tertabrak kendaraan lain di Kilometer (KM) 51 ruas jalan Merak-Jakarta, Jumat malam lalu. Saat itu, ketiga korban tengah memperbaiki kendaraan di bahu jalan.

Dua hari kemudian, giliran Bus AntarLintas Sumatera (ALS) menabrak truk pengangkut batu kapur di Km 68. Tiga penumpang tewas dan sepuluh luka berat.Kerasnya tumbukan membuat bagian depan bus jurusan Purwokerto-Medan itu rusak parah.

Tiga bulan terakhir, kecelakaan di Km 60 hingga Km 70 tergolong cukup tinggi. Pengelola Jalan Tol Tangerang-Merak, PT Marga Mandala Sakti (MMS) merekam, selama September hingga Oktober sudah terjadi 15 kali kecelakaan di ruas jalan antara Kilometer tersebut. Padahal pada tahun sebelumnya, hanya terjadi 11 kecelakaan.

Sementara dibandingkan dengan tahun sebelumnya, intensitas kecelakaan di Jalan Tol Tangerang-Merak bertambah tinggi. Apabila 2007 hanya terjadi 414 kecelakaan, tahun ini hingga bulan Oktober sudah mencapai 417 kasus kecelakaan. Sedangkan jumlah korban kecelakaan cenderung menurun. Kurun waktu Januari-Oktober 2008, jumlah korban meninggal 27 jiwa, tahun lalu mencapai 49 korban.

Pengelola tol menganalisis, kekurangsigapan pengemudi menjadi penyebab terbanyak kasus kecelakaan. Pasalnya, lebih dari 80 persen kecelakaan merupakan kecelakaan tunggal. ”Rata-rata karena pengemudi lelah dan mengantuk,” kata Public Relations PT MMS Indra Wijaya.

Kondisi itu bisa dipahami karena jarak tempat peristirahatan yang terlampau jauh. Sebelumnya, tempat peristirahatan berada di Km 14 dan Km 68. Untuk mengantisipasi kelelahan pengemudi, tahun ini sudah dibuka dua tempat peristirahatan baru di Km 43 dan Km 45. Tetapi itu pun belum bisa mengurangi kecelakaan karena tidak banyak pengemudi yang mau beristirahat dan memilih melanjutkan perjalanan unyuk mengejar penyebrangan ke Bakauheni.


Jalan tak nyaman
Selain itu, kondisi jalan yang kurang nyaman juga dianggap sebagai penyebab kecelakaan. Keluhan semacam itu sering dilontarkan para pengguna Jalan Tol Tangerang-Merak. Salah satunya Hari, warga Kasemen, Kota Serang, yang sering bolak-balik Jakarta-Serang. ”Jalannya kurang nyaman, terlalu banyak gelombang. Kalau tidak hati-hati, bisa bahaya,” katanya.

Alasan kondisi jalan yang kurang baik juga diungkapkan Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Polda) Banten, Komisaris Wingky Adityo. ”Penyebab terbanyak memang faktor kesalahan manusia, tetapi kondisi jalan berpengaruh juga,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan, kondisi Jalan Tol Tangerang-Merak relatif kurang baik. Selain bergelombang, di ruas ini juga kerap terjadi perbaikan. Bongkar-pasang jalan terus dilakukan sepanjang tahun.

Sebenarnya sampai saat ini, belum ada satu pun pihak yang memetakan daerah rawan kecelakaan di Jalan Tol Tangerang-Merak. Namun berdasarkan hasil analisis PT MMS, ada ruas-ruas jalan yang perlu diwaspadai. Salah satunya ruas jalan tol antara Km 40 hingga Km 60, atau dari Balaraja Barat hingga Ciujung. ”Jarak antara Pintu Tol Balaraja Barat dan Pintu Tol Ciujung, termasuk paling panjang,” ujar Manajer Pelayanan PT MMS Rahmatullah.

Selain itu, berdasarkan pantauan, daerah rawan kecelakaan lain adalah ruas antara Km 60 hingga Km 70. Padahal, ruas jalan di kawasan itu relatif lebih baik ketimbang kondisi ruas jalan lain. (Anita Yossihara)

Sumber: Kompas Cetak

SPBU
Lokasi
  + index
Bengkel
Lokasi
  + index

© 2008 - 2012 KOMPAS.COM - All Rights Reserved