Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |    Register   |  

Chevrolet Apache Laris Jadi Bintang

Bastian | | Kamis, 13 November 2008 | 07:18 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : MOTOR/ROBERT SILABAN

  • Sumber : - | Author : MOTOR/ROBERT SILABAN

    dengan velg ukuran 15x8,5 inci bikin mobil tambah kekar

  • Sumber : - | Author : MOTOR/ROBERT SILABAN

    Bak bernuansa klasik

  • Sumber : - | Author : MOTOR/ROBERT SILABAN

    Indikator sudah tidak asli, tapi jok bermotif kulit ular

Ketika teronggok karat, melihat saja ogah. Namun, begitu disentuh tangan dingin Yudhi, Chevrolet Apache 3.8 1958 milik Nur Hidayat Budi Handoko ini justru jadi andalan sebagai kendaraan pendukung dunia hiburan.

Sejak pertama kali ditemukan, proses yang dijalani Apache cukup rumit. Pikap lawas asal Amerika ini, tadinya hanya seonggok kabin depan serta sasis yang sudah berkarat berat. Alasan dibangun, "karena kabin depan dan kap mesin yang merupakan mahkota masih bisa diselamatkan," ungkap Yudhi.

Sementara sasis yang sudah berkarat disingkirkan. Sebagai pengganti dicari kerangka yang mampu membuat bodi lebih ceper. Beberapa sasis  dari mobil buatan Amerika tak ada yang pas, akhirnya didapat juga. "Bentuknya tidak lurus sejajar, melainkan punya kontur melengkung di depan dan belakang. Mirip sasis sedan Amerika," papar Yudhi.

Sasis yang baru ini membawa suspensi independen denngan sistem trosi pada bagian depan, per daun untuk suspensi belakang. Per daun untuk suspensi belakang diambil dari satu set milik Chevrolet Luv yang titik tengahnya dimajukan 11 cm. Tujuannya, agar bantingan tidak terlalu empuk.

Kerangka beres, giliran mencari bak belakang, untuk Apache 3.8 ini aslinya punya desain bak kuping yang cukup panjang dengan spek beban 3/4 ton. Tapi, Yudhi lebih sreg dengan ukuran yang pendek. Maka dipakailah bak Apache 3.1 yang punya spek beban 1/2 ton.

Langkah selanjutnya membangun detail bodi. "Emblem-emblem dan lis bodi memang sulit didapat, tak sebanyak sedan," sebut Yudhi. Apron depan dirancang berkesan ceper. Caranya, lekukan gril kap mesin ditutup denngan pelat, lalu bumper asli krom di cat hitam solid senada bodi.

Detail bak belakang dimunculkan dengan lap;isan kayu merbau dan lis stainless steel spek 304BA. "Tebal kayu merbau sekitar 3 cm lalu dipernis. Untuk pembuatan bak belakang menghabiskan biaya Rp 4 juta.

Mesin dan Interior
Dapur pacu lawas disingkirkan, sebagai gantinya dimasukkan mesin diesel Isuzu berkode C223 yang jadi andalan Chevrolet Trooper atau Panther. "Selain banyak komponennya, irit dan nggak rewel," tegas Yudhi. Tak cuma mesin, supaya mudah mengerjakannya, sekalian  diboyong power steering berikut transmisi.

Untuk interior ditonjolkan aliran lowrider asal Amrik dengan sedikit sentuhan kreatif. Seperti jok yang berkonstruksi per ini dibikin motif kulit ular.

Dasbor, sekilas seperti asli. Rumah indikator berbentuk 'logo Superman' dicabut diganti merek Autogauge. Yang custom lainnya, kolom setir yang dibuat dari selongsongan kopel milik Chevrolet pikap 1941.

Sekarang, Chevrolet Apache ini laris jadi kendaraan pendukung syuting film, iklan, acara reality show dan video klip. "Terakhir dipakai Sheila On7 untuk klip video terbarunya," bilang Syarif, anak Nur Hidayat berumur 11 tahun denngan bangga. (Rendy)

 

Sumber: Motor

SPBU
Lokasi
  + index
Bengkel
Lokasi
  + index

© 2008 - 2012 KOMPAS.COM - All Rights Reserved