Jumat, 25 April 2014

Otomotif


Duo Low Rider Honda Vario

Penulis: Bastian | Senin, 03 November 2008 | 15:12 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/GT

    pakai ban lebar tidak merusak crank-case

  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/GT

    Mau digeber atau jalan santai tetap stabil

  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/GT

    Sokbreker punya Putra dimodif model miring

Nggak perlu dirombak ekstrem, dengan dimodifikasi sedang-sedang saja, tampilan skubek sudah enak dilihat. Contohnya, duo Honda Vario 2006 milik Johanes Hanafie dan Putra Suka Ananta. Keduanya  punya konsep dan motif yang sama.

Keduanya sama-sama menganut aliran low rider dengan corak lidah api. Yang membedakan kelir dasar saja. Jo – sapaan karib Johanes – punya cat berwarna merah, sedang  Putra berlatar belakang hijau tua.

Uniknya,  keduanya tidak ada tali persaudaraan. Tinggalnya pun berjauhan, Jo - punggawa X-16 -  menetap di Bekasi, sedang Putra di Jati Bening, Jakarta Timur.  Kebetulan mereka sama-sama kepincut dengan gaya low rider dan sepakat Honda Vario pas dirombak low rider.

“Dibanding skubek lain, Vario stabil. Ditilik  dari rangka dan bodi lebih panjang, namun juga tidak terlalu lebar dan tidak ada gejala limbung di kaki-kaki,” ujar mereka.

Trus, diubah low rider tidak banyak menyedot biaya dan waktu. Pasalnya, ruang antara posisi roda belakang standar dengan crank-case CVT standar masih lebar. Belum lagi jarak ruang antara tapak ban dengan crank-case mesin juga jauh.

Makanya, ketika diisi ban lebar 140/60-14 di pelek custom, nggak perlu lakukan ubahan di seputar crank-case. Sekalipun tanpa pasang engine mounting variasi. “Agar posisi ban belakang lurus samapa depan, engine mounting digeser ke kiri tidak lebih dari 1,5 mm. Sehingga toleransi pergeseran sokbreker asli masih aman tanpa harus ubah dudukan pegangan sokbreker dan posisi sokbreker bawaan,” jelas Jo. Itu sebabnya, kenapa Vario dimodif low rider masih enak dipakai.

Tadi, di atas sudah disebutkan perbedaan  modif pada warna dasar. Sebetulnya masih ada lagi, coba lirik setangnya. Punya Putra mencomot setang ¾ dari Honda Tiger Revo. Padahal, sebelumnya ia berhasrat kalau low rider dipadu dengan chopper. Dan ide cemerlang Putra itu akkhirnya diambil Jo dengan memakai setang fatbar pada motornya. (KR15)


DATA MODIIFIKASI

Vario Putra
Ban depan         : FDR 80/90-17
Ban belakang     : Delitire 140/60-14
Pelek                 : TDR & Custom Mobil
Knalpot             : Custom
Spidometer        : Koso
Spion                 : Variasi H-D


Vario Johanes
Ban depan         : Comet 70/90-17
Ban belakang     : Delitire 140/60-14
Pelek                 : Daiichi & Custom Mobil
Knalpot             : Custom
Setang               : Custom
Spidometer        : Koso
Spion                 : Variasi H-D
Airbrush             : Tomi Airbrush


Editor :