Duo Low Rider Honda Vario - Kompas.com

Duo Low Rider Honda Vario

Kompas.com - 03/11/2008, 15:12 WIB

Nggak perlu dirombak ekstrem, dengan dimodifikasi sedang-sedang saja, tampilan skubek sudah enak dilihat. Contohnya, duo Honda Vario 2006 milik Johanes Hanafie dan Putra Suka Ananta. Keduanya  punya konsep dan motif yang sama.

Keduanya sama-sama menganut aliran low rider dengan corak lidah api. Yang membedakan kelir dasar saja. Jo – sapaan karib Johanes – punya cat berwarna merah, sedang  Putra berlatar belakang hijau tua.

Uniknya,  keduanya tidak ada tali persaudaraan. Tinggalnya pun berjauhan, Jo - punggawa X-16 -  menetap di Bekasi, sedang Putra di Jati Bening, Jakarta Timur.  Kebetulan mereka sama-sama kepincut dengan gaya low rider dan sepakat Honda Vario pas dirombak low rider.

“Dibanding skubek lain, Vario stabil. Ditilik  dari rangka dan bodi lebih panjang, namun juga tidak terlalu lebar dan tidak ada gejala limbung di kaki-kaki,” ujar mereka.

Trus, diubah low rider tidak banyak menyedot biaya dan waktu. Pasalnya, ruang antara posisi roda belakang standar dengan crank-case CVT standar masih lebar. Belum lagi jarak ruang antara tapak ban dengan crank-case mesin juga jauh.

Makanya, ketika diisi ban lebar 140/60-14 di pelek custom, nggak perlu lakukan ubahan di seputar crank-case. Sekalipun tanpa pasang engine mounting variasi. “Agar posisi ban belakang lurus samapa depan, engine mounting digeser ke kiri tidak lebih dari 1,5 mm. Sehingga toleransi pergeseran sokbreker asli masih aman tanpa harus ubah dudukan pegangan sokbreker dan posisi sokbreker bawaan,” jelas Jo. Itu sebabnya, kenapa Vario dimodif low rider masih enak dipakai.

Tadi, di atas sudah disebutkan perbedaan  modif pada warna dasar. Sebetulnya masih ada lagi, coba lirik setangnya. Punya Putra mencomot setang ¾ dari Honda Tiger Revo. Padahal, sebelumnya ia berhasrat kalau low rider dipadu dengan chopper. Dan ide cemerlang Putra itu akkhirnya diambil Jo dengan memakai setang fatbar pada motornya. (KR15)


DATA MODIIFIKASI

Vario Putra
Ban depan         : FDR 80/90-17
Ban belakang     : Delitire 140/60-14
Pelek                 : TDR & Custom Mobil
Knalpot             : Custom
Spidometer        : Koso
Spion                 : Variasi H-D


Vario Johanes
Ban depan         : Comet 70/90-17
Ban belakang     : Delitire 140/60-14
Pelek                 : Daiichi & Custom Mobil
Knalpot             : Custom
Setang               : Custom
Spidometer        : Koso
Spion                 : Variasi H-D
Airbrush             : Tomi Airbrush

Editor
Terkini Lainnya
Menikmati Malam Kota Tua ala IIMS 2017
Menikmati Malam Kota Tua ala IIMS 2017
Feature
Disebut Seperti Wajah “Joker”, Desainer Agya Tak Tersinggung
Disebut Seperti Wajah “Joker”, Desainer Agya Tak Tersinggung
News
Impresi Awal Motor 'Murah' BMW (Video)
Impresi Awal Motor "Murah" BMW (Video)
Produk
Ini Detail Skutik Premium Honda SH150i
Ini Detail Skutik Premium Honda SH150i
Produk
Toyota Cuek pada Honda CR-V Terbaru
Toyota Cuek pada Honda CR-V Terbaru
News
Toyota Agya TRD  Jadi yang Terlaris Bulan Ini
Toyota Agya TRD Jadi yang Terlaris Bulan Ini
News
IIMS 2017 Jadi Lapak Sosialisasi Kymco
IIMS 2017 Jadi Lapak Sosialisasi Kymco
News
BMW R NineT Racer, Kental Nuansa Klasik
BMW R NineT Racer, Kental Nuansa Klasik
Produk
Oli Mobil Federal 'Tumbuh Semerbak' dalam Dua Tahun
Oli Mobil Federal "Tumbuh Semerbak" dalam Dua Tahun
News
Mitsubishi Ingin Jaring 1.200 Konsumen dari IIMS 2017
Mitsubishi Ingin Jaring 1.200 Konsumen dari IIMS 2017
News
Mercy C 43 AMG Coupe Melesat, Banderol Rp 1,4 M
Mercy C 43 AMG Coupe Melesat, Banderol Rp 1,4 M
Produk
Menu Lengkap Model Baru buat Pengunjung IIMS 2017
Menu Lengkap Model Baru buat Pengunjung IIMS 2017
Feature
Cara V-Kool Selalu 'Eksis' di IIMS 2017
Cara V-Kool Selalu "Eksis" di IIMS 2017
Aksesoris
Mazda Siap Lepas CX-5 Generasi Kedua
Mazda Siap Lepas CX-5 Generasi Kedua
News
Picanto Generasi Kedua Menuju Masa ”Purnabakti”
Picanto Generasi Kedua Menuju Masa ”Purnabakti”
News

Close Ads X