Avanza Berdandan, Harganya Naik
-

Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/ZULKIFLI BJ
Johnny Darmawan (kanan) dan Shinji Fujii (kiri) memperkenalkan Avanza Baru kepada wartawan
-

Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/ZULKIFLI BJ
Avanza standar dengan mesin 1,3 liter , harganya lebih terjangkau
-

Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/ZULKIFLI BJ
Acara jumpa pers peluncuran Avanza Baru, dari kiri ke kanan, Joko Trisanyoto, Johnny Darmawan, Shinji Fujii dan Achmad Rizal
TERKAIT
JAKARTA , SELASA - PT Toyota Astra Motor (TAM), hari ini (14/10) memperkenalkan salah satu produknya yang dinilai fenomenal, yaitu Avanza dengan minor change atau facelift. Sekilas tidak banyak yang berubah dari penampilan Avanza baru ini. Namun yang pasti, harganya juga naik.
“Harga naik karena faktor kombinasi. Harga material, seperti baja merupakan salah satu pemicu yang sangat dominan di samping bahan bakar,” jelas Joko Trisanyoto, direktur pemasaran PT TAM. Untuk itu, harga Avanza tipe E dengan transmisi manual, mesin 1,3 liter naik Rp 4,4 juta menjadi Rp 116.800.000 untuk Jakarta dan sekitarnya (on the road). Tipe G 1,3 liter, naik Rp 4,9 juta sehingga menjadi Rp 131.750.000. Sedangkan Avanza 1,5 liter, baik manual maupun otomatik, naik Rp 5,4 juta sehingga kini masing-masing dihargai Rp 143.100.000 (manual) dan Rp 153.100.00 (otomatik).
Dengan peluncuran Avanza baru ini, bagi konsumen yang telah memesan sejak dua bulan lalu, menurut Johnny Darmawan, presdir TAM, akan mendapatkan produk terbaru tersebut. Ditambahkannya karena harga naik, diperkirakan konsumen juga harus mengeluarkan biaya tambahan. “Besarnya dibicarakan nanti dengan dealer,” lanjut Johnny.
Diakui, sampai sekarang, pembeli Avanza masih harus inden sekitar 2-3 bulan kendati sudah diproduksi sendiri oleh Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Karawang.
“Bagi kami, kondisi seperti ini dilema sekaligus fenomenal. Seberapapun produksi ditingkatkan, permintaan terhadap Avanza tetap tinggi. Sekarang ini sudah mencapai 7.000 unit/bulan. Ternyata, inden sama saja. Kalau sudah begini, kami minta maaf kepada konsumen Avanza,” jelas Johnny.
Karena itu pula, meski kondisi ekonomi dunia tidak tidak pasti, Johnny yakin, penjualan Avanza tidak terpengaruh. “Justru konsumen melirik mobil yang makin efisien. Di samping itu, Avanza bisa dijadikan investasi. Resale value-nya paling tinggi dan cepat laku. Karena itu Avanza, tetap dicari,” komentarnya.
Untuk membuktikan hal tersebut, Toyota mengundang seorang pemakai Avanza untuk berbagi pengalaman selama memiliki mobil tersebut. “Saya beli Avanzda Rp105 juta 2005. Sehabis lebaran saja jual, lakukan Rp 112 juta,” cerita Mulyadi yang setelah mobilnya laku baru tahu harga normal mobilnya mencapai Rp 114 juta. Dan memang tidak bisa dipungkiri, Avanza telah menjadi mobil paling laku di Indonesia dalam empat tahun terakhir. “Mengganti posisi Kijang sebelumnya,” ujarnya.
Kompetitor terdekat Avanza adalah saudara kandungnya sendiri, Daihatsu Xenia yang dipasarkan dengan pilihan mesin 1,0 liter dan 1,3 liter. Untuk Xenia, tipe Mi dihargai Rp 94.800.000, tipe Li Rp 105.1000 juta dan Xi dengan mesin 1,3 liter Rp 113.300 juta.

PRODUK BARU
GALERI
MODIFIKASI





