Jumat, 18 April 2014

Otomotif


Arus Mudik & Persiapan Terminal Bus (1)

Penulis: Astrid Isnawati | Senin, 15 September 2008 | 13:49 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : ASTRI/NOVA

Tradisi mudik menjelang Lebaran selalu menjadi sorotan setiap tahun. Salah satu titik yang jadi serbuan pemudik adalah terminal bus. Seperti apa persiapan dua terminal besar di Jakarta menjelang arus mudik Lebaran tahun ini?

Kampung Rambutan:

Suasana di areal antarkota Terminal Bus Kampung Rambutan, Jumat, (12/9) tampak lengang. Beberapa petugas tiket bus tak terlihat sibuk menawarkan tiket pada calon penumpang. Jam dinding menunjukkan pukul 8.30 WIB.

Tak jauh dari deretan loket, seorang pria berseragam oranye mengecat kusen jendela sebuah bangunan. Inilah salah satu persiapan terminal seluas 14,01 ha tersebut menjelang arus mudik Idul Fitri 1429 H.

"Supaya penumpang nyaman, minimal ya ngecat-ngecat, mengatur jalur-jalur yang terlihat kusam dicat," jelas Kepala Terminal Bus Antarkota Kampung Rambutan Holil Effendi.

Holil melanjutkan, aparat terminal juga sudah jauh-jauh hari mengingatkan para pengusaha PO supaya menyiapkan kendaraannya agar laik jalan. Khusus untuk bis-bis non-ekonomi harus ada pemecah kaca atau martil dan pemadam kebakaran sebagai antisipasi bila terjadi keadaan darurat dalam bus. Selain itu, bagi pengusaha bis yang memiliki bus cadangan, Holil mengimbau agar bus-bus tersebut siap diperbantukan bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Terminal Kampung Rambutan juga akan menyiapkan posko terpadu mulai H-10. Posko ini terdiri dari instansi-instansi terkait seperti kepolisian dan TNI untuk memberikan pengamanan selama arus mudik berlangsung. Bahkan, di terminal yang diresmikan tahun 1992 ini akan ada tes urin bagi para pemudik yang akan berangkat.

"Pelaksanaannya H-7. Kerja sama dengan Pemda DKI, Polda, dan PT Jasarahardja," ujar Holil.

Terminal yang diresmikan oleh Gubernur Jakarta Wiyogo Atmodarminto pada 1992 ini mayoritas melayani trayek wilayah Jawa Barat. Holil mengungkapkan, trayek yang paling padat penumpang di terminal yang dipimpinnya itu adalah Karang Pucung, Tasik, Garut, dan Banjar.

Mengenai puncak keberangkatan, Holil memperkirakan jatuh pada H-4, yakni pada tanggal 27 Agustus. Dilihat dari data dua tahun terakhir, grafik peningkatan pemudik cenderung naik. Tahun lalu, tercatat Terminal Kampung Rambutan memberangkatkan 258.562 penumpang dengan bus berjumlah 10.875. Jumlah penumpang tersebut naik sebesar 13, 84% dari tahun 2006.


Editor :