Sabtu, 1 November 2014

Otomotif


Duo Yamaha Mio West Custom

Penulis: | Selasa, 29 Juli 2008 | 08:09 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/SONIE

    Yamaha Mio milik Andi dengan pelek 15

  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/SONIE

    Lengan ayun model flame untuk imbangi pelek yang sangar

  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/SONIE

    Mio milik Irfan punya kesamaan pada lampu dan pelek depan

  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/SONIE

    rem disc brake di tengah pelek, cukup unik

Soal modifikasi sepedamotor, Jawa Timur jangan dilawan deh. Pemodifikatornya berani merombak ekstrem. Tengok Yamaha Mio produksi 2002 dan 2007 milik M.Irfan dan Andi Widiatmoko, yang keduanya asal Jember, Jawa Timur ini. Kedua  skuter bebek (skubek) itu sama-sama menganut aliran West Custom, sehingga ada bagian tertentu memiliki kesamaan.

Seperti pada bagian depan,  kata Irfan,  kedua skubek menggunakan lampu Yamaha Nouvo-Z. “Tadinya sempat terpikirkan  pakai lampu Mio Soul. Tapi, karena harus inden lama, akhirnya pakai Nouvo,” lanjut lajang 23 tahun ini. Kemudian, untuk roda depan sama-sama mengadopsi pelek orbital, yang banyak digandrungi penggila modifikasi di Jatim. Yang membedakan, ukurannya saja. Bila Irfan pilih 14 inci, Andi yang 17 inci.

Kini, kita intip perbedaannya. Kekuatan yang ingin ditonjolkan Irfan berupa pemindahan peredam kejut belakang bergeser ke tengah di atas dek. Sokbrekernya sendiri sudah diganti dengan milik Supra yang disambung dengan pipa besi. Posisi sokbreker baru ini benar-benar menjadi daya pikat dan banyak orang yang nggak ngeh kalau itu sok belakang. “Malah banyak yang bertanya berfungsi apa tidak sok itu,”kekeh Irfan.

Sementara Mio milik Andi memiliki keunikan pada roda belakang. Ia memilih pelek mobil ukuran 15 inci keluaran BBS. Jelas, ketika merayap di jalanan sangat menguras tenaga.

Kreasi fenomenal lainnya dari motor Andi ada pada sistem penggerak roda belakang. Tidak hanya mengandalkan CVT, namun sudah ditambah dengan memakai rantai. “Itu karena konstruksi pelek dan jaraknya yang enggak mungkin pakai belt,” papar Andi. Jadi, pakai gir dengan perbandingan gigi yang sama 14:14.

Cara kerjanya, tenaga dari CVT menggerakkan gir depan yang kemudian diteruskan oleh rantai sebagai penggerak gir belakang dan as roda. Agar tampilan belakang sedikit sangat, penghenti laju memakai disc brake, juga lengan ayundengan model flame.

Selain pemakaian ban belakang, rancangan buritan juga beda. Meski sama-sama  model tunggangan MotoGP, namun buntut Mio punya Irfan lebih memanjang, sedang Andi  membulat ke atas.  Yang pasti, kedua Mio dari Jember ini mengundang kagum. (Nurfil)

 


Editor :