Prabowo, Sang "Rising Star" yang Kembali - Kompas.com

Prabowo, Sang "Rising Star" yang Kembali

Kompas.com - 15/07/2008, 09:54 WIB

JAKARTA, SELASA - Pada era Orde Baru, siapa tak kenal Prabowo Subianto? Selain dikenal sebagai menantu penguasa Orba, Soeharto, ia juga dikenal sebagai petinggi militer yang disegani. Kini ia kembali. Mulai diproklamirkan sebagai salah seorang calon presiden yang siap bertarung pada arena Pemilihan Presiden 2009 mendatang. Apa yang membuatnya kembali?

Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latif mengatakan, kembalinya sang Letjen karena ia mempunya ekspektasi politik sendiri yang terhenti di era reformasi. "Sejak Orde Baru, kita kan mengenalnya bak rising star yang punya ekspektasi sendiri. Tapi, reformasi menghentikan sementara ekspektasi politiknya. Dan sekarang, ada second wind yang membuat orang lupa dengan apa yang terjadi di masa lalu. Lupanya publik, memberi peluang baginya untuk kembali meretas karier lama yang tertunda," kata Yudi kepada Kompas.com, Selasa (15/7).

Lalu, apa, siapa, dan bagaimana sosok Prabowo Subianto Djojohadikusumo? Bapak satu anak, Ragowo Hadi Prasetyo itu memulai kariernya dengan menempuh pendidikan di Akabri tahun 1974. Pendidikan perang khusus di Amerika Serikat dan Latihan Khusus Antiteroris di Jerman pun dienyamnya.

Pria kelahiran 17 Oktober 1951 itu tercatat sebagai anggota Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha). Tim ini saat di Timor Timur menewaskan Presiden Fretilin Nicolao Lobato. Prabowo, yang merupakan putra tokoh nasional Prof Soemitro Djojohadikusumo ini, pernah menjabat sejumlah posisi 'seksi', di antaranya Wadan Detasemen 81/Kopassus, Dan Detasemen 81/Kopassus, Danyon 328 Kujang II/Kostrad, Kepala Staf Brigif Linud 17/Kostrad, dan Danjen Kopassus tahun 1996-1998.

Karier militer tertinggi yang dicapai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia itu adalah Pangkostrad tahun 1998. Pada tahun yang sama pula ia dimutasi menjadi Dansesko ABRI dan dinonaktifkan tahun 1998, tepat ketika sang mertua lengser dari singgasananya. Prabowo juga sempat diperiksa Dewan Kehormatan Perwira (DKP) pada 21 Agustus 1998 berkaitan dengan kasus penculikan dan penyekapan sejumlah aktivis.

Saat dikonfirmasi dugaan keterlibatannya dengan kasus tersebut, Prabowo menyerahkan penilaiannya kepada masyarakat. "Kita sedang menghadapi kondisi bangsa yang sulit. Saya hanya ingin menjawab kebutuhan bangsa dan berbuat lebih baik. Silakan rakyat yang menilai. Saya ingin melihat ke depan, hati nurani saya bersih. Saya berdiri di atas keyakinan saya," kata Prabowo kepada wartawan, Senin (14/7) kemarin.

Editor

Terkini Lainnya

Lexus Indonesia Mau Garap Mobkas

Lexus Indonesia Mau Garap Mobkas

News
“Wholesales” Lexus Paruh Pertama 2017 Melejit

“Wholesales” Lexus Paruh Pertama 2017 Melejit

News
Tipikal Konsumen McLaren di Indonesia

Tipikal Konsumen McLaren di Indonesia

News
Tiga Primadona Auto2000 pada Separuh Pertama 2017

Tiga Primadona Auto2000 pada Separuh Pertama 2017

News
SUV Lexus Masih Mendominasi Indonesia

SUV Lexus Masih Mendominasi Indonesia

News
Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Modifikasi
Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

News
Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar 'Hatchback'

Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar "Hatchback"

News
Auto2000 Resmikan Tiga Cabang Baru

Auto2000 Resmikan Tiga Cabang Baru

News
Kupas 'Coupe' Sport Lexus LC500

Kupas "Coupe" Sport Lexus LC500

Produk
Lexus LC500 Akhirnya Meluncur di Indonesia

Lexus LC500 Akhirnya Meluncur di Indonesia

News
McLaren 720S Sudah Dipesan para Miliarder Indonesia

McLaren 720S Sudah Dipesan para Miliarder Indonesia

News
Honda Jazz 'Facelift' Lebih Mahal Rp 6 Juta

Honda Jazz "Facelift" Lebih Mahal Rp 6 Juta

Produk
McLaren Meluncurkan Generasi Kedua 720S di Jakarta

McLaren Meluncurkan Generasi Kedua 720S di Jakarta

Produk
Honda Bikin Jazz Jadi Lebih Segar

Honda Bikin Jazz Jadi Lebih Segar

Produk
Close Ads X