Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |    Register   |  

Harapan Fahmi Idris terhadap IIMS

Bastian | | Jumat, 11 Juli 2008 | 12:40 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO

  • Sumber : - | Author : ZULKIFLI BJ

  • Sumber : - | Author : ZULKIFLI BJ

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/BASTIAN

JAKARTA, JUMAT - Menteri Perindustrian, Fahmi Idris dalam sambutan pembukaan pameran Indonesia International Motor Show di Jakarta Convention Center (JCC) menegaskan kalau industri otomotif sekarang ini menghadapi tiga kendala, di antaranya kenaikan BBM dan perkembangan lalulintas. Malah, untuk kedepannya penyelenggaraan ini ia mengusulkan Roda 4 digabung dengan Roda 2.

Perihal BBM, menteri mengatakan untuk saat ini sulit diprediksi kapan bisa berhentinya. Bahkan semalan saja saya memantau di Amerika Serikat harga per gallonnya sudah mencapai US$ 4,9. Berarti satu liternya mencapai sekitar Rp 12 ribu. Kondisi ini jelas sangat berpengnaruh pada perkembangan industri otomotif Indonesia.

Kendala kedua, lalulintas. "Terus terang, sekarang ini saya kurang mengetahui perkembangnan jalan raya dengan penggunanya secara tepat. Pembangunan busway merupakan solusi, meski belum untuk roda dua. Yang perlu dipikirkan juga mengenai kecelakaan.

Kendala ketiga, mobil murah dan ramah lingkungan. Sekarang ini, berbagai negara sedang menuju pembuatan mobil murah. Contoh, India sudah bekerjasama dengan Korea membuat mobil kecil berharga US$ 2.500. Selain mobil murah, juga ada tuntuan agar ramah lingkungan.

Kebetulan di Jember ada bengkel yang telah menciptakan alat konverter. Untuk motor, kata menteri bisa menghemat pemakaian 1:50, sedang mobil 1 berbanding 15. "Malah ia coba menekan lagi menjadi 1:20. Dan penemuan ini, perindustrian sedang menelitinya," kata menteri.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Fahmi mengusulkan agar pameran mobil ini tak sekadar sebagai informasi dan perkembangan teknologi otomotif Indonesia. Di sisi lain, juga menjadi tujuan wisata karena di beberapa negara yang juga punya kegiatan seperti ini, sudah menjadi obyek wisata." (SBT)

Sent from Indosat BlackBerry powered by

SPBU
Lokasi
  + index
Bengkel
Lokasi
  + index

© 2008 - 2012 KOMPAS.COM - All Rights Reserved