Senin, 22 Desember 2014

Otomotif


Pilih Busi Benar, Mobil Lancar

Penulis: Bastian | Jumat, 04 Juli 2008 | 13:24 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : MOTOR/ANDY OKTA

    Awas busi palsu

  • Sumber : - | Author : MOTOR/ANDI OKTA

    Warna kabel bukan jaminan

JAKARTA, JUMAT - Efisiensi bahan bakar tak cukup ditentukan lewat cara mengemudi yang benar saja. Faktor lainnya, dari sisi kendaraannya sendiri juga lumayan banyak. Seperti pengaruh pada keempat roda dan sudah pernah dibahas di Kompas.com (silakan buka rubrik Tips n Trik). Penyebab lain, pemakaian busi yang pas. Lantas bagaimana mencari busi yang baik dan cocok buat besutan Anda?

Secara umum, sekarang ini jenis busi ada dua macam sesuai bentuknya. Busi berelektoda dan yang high performance, masing-masing mempunyai karakteristik dan kode-kode yang berbeda dan tertera pada lapisan keramik busi yang menunjukkan tipenya. Biasanya dianalogikan dengan panas dan dingin. Seperti NGK, misalnya angka 1-8 berkarakter panas, sedang 9 - 14 menandakan busi dingin. Kebalikan dengan busi Bosch, angka besar menunjukkan panas dan angka kecil dingin.

Nah, jika sudah memahami angka, kini celah antara side electrode dan center electrode. Maksudnya gap (kerengangan) dan panjang ulir secara keseluruhan. Tujuannya agar  kepala busi tidak bersentuhan dengan piston saat dalam konsisi TMA (Titik Mati Atas). "Paling tidak, jarak antara elektrodenya 0,8 sampai 1 mm," jelas Denim Gunawan, produsen busi Varso. Kalau tidak mau keliru, bisa dipandu dengnan melihat buku manual.

Selain  celah, perlu diperhatikan juga bahan di center electrode. Ada 4 macam dengan material beragam. Mulai dari copper, silver, platinum dan iridium. Saat ini yang lagi tren berbahan dasar iridium yang elektroda tengahnya berbentuk jarum.

Lantas bagaimana jika diterapkan di mobil-mobil standar? Menurut Denim, bisa-bisa saja, terpenting mobil itu multi koil. Untuk membedakannya secara lebih spesifik, bisa denngan metode menghubungkan kabel positif dan negatif multi tester ke belah sisi ujung busi. Jika angka menunjukkan 4,7 - 5,2 ohm, artinya busi iridium atau beresistor. jika didapat dapat angkanya di bawaha itu berarti busi non-resistor.

Di pasaran, banyak sekali busi iridium. Di antaranya NGK, Denso, Autolite dan Splitfire. Atau kalau mau lebih hardcore, bisa kebet lansiran HKS. Karena diperuntukkan mesin ubahan yang ekstrem. hargnya berkisar Rp 100- Rp. 500 ribu perset (4 pieces).

Kemudian busi jenis high performance yang tonjolan elektrodanya di tengah tidak tampak. Karakteritis busi ini lebih dingin dari iridium  biasa.Pnggunaannya khusus buat  mobil-mobil yang berkompresi sangat tinggi dan di bawah pengaruh boost turbo.

Tipe busi high performance ini sulit ditemui di pasaran. "Paling ada dua merek, NGK dan Denso," tegas Hans, punggawa SpeedZ. Soal harga, untuk satu set (4 spieces), untuk NGK high performance berkisar Rp 1,5 juta.

Kabel Busi Ikut diganti
Jika Anda memakai busi high performance, sebaiknya kabel busi standar ikut diganti. INgat, yang kualitas bagus bukan tergantung dari warna-warni, tapi melayani hantaran listrik ke busi. "yang bagus, core (kabel dalamnya) harus ada ulir kawat dan dilapis semacam karbon," ungkap Wiwin, sales dari Arena Motorsport di Kemayoran.

Banyaknya jumlah core yang tersedia dalam kabel busi tida serta merta mempengaruhi daya hantar yang baik. Bahkan jika hanya single core dan terdapat seperti syarat di atas, maka itu sudah cukup. Yang perlu diperhatikan, jika lilitan kawat pada masing-masing core harus rapat jarak satu sama lain.

Ada beragam kabel busi racing yang mengklaim punya kualitas mumpuni seperti syarat yang dikatakan pada awal tadi.  Mungkin merek-merek  seperti Blue Thunder, Hurricane, Red Line dll dengan rentang harga Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta, bisa jaadi pilihan. (Rudy)


Editor :