Minggu, 23 November 2014

Otomotif


Avanza Dengan Ban 20 Inci Jadi Elegan

Penulis: Bastian | Jumat, 27 Juni 2008 | 19:51 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : MAJ.MOTOR/DIESTA

  • Sumber : - | Author : MAJ.MOTOR/DIESTA

    Diameter setir kurang bnesar

  • Sumber : - | Author : MAJ.MOTOR/DIESTA

    Penempatan speaker untuk mengimbangi suara di depan

  • Sumber : - | Author : MAJ.MOTOR/DIESTA

    Knalpot Remus Rallye Design bikin tangkorangan kian gagah

JAKARTA, JUMAT – Dari bentuknya, desain Toyota Avanza cukup cantik. Manuver di jalanan semrawut juga gesit dan lincah. Kendati punya postur standra yahud, tapi sering tidak kelihatan harmonis kala dimodifikasi, terutama jika dipasang velg besar dan ceper.

Nyatanya, Toyota Avanza 1.5 S M/T 2007 punya Mr.Y di Bogor justru tampak elegan setelah dimodifikasi. Bodi digembungkan dan pakai ban lebar yang digarap rumah modifikasi Antelope, Pahlawan, Bogor tidak menemui kesulitan ketika dijajal jalan dari Bogor ke Jakarta.

Yang jelas, bobot kini lebih berat 300 kg dari berat kosong 1.070kg. Sumbangan terbesar datang dari tiga sektor, yang pertama body kit. Seperti bumper depan kit didesain dengan metode tanpa pemisah (one piece) yang menyambungnmulai dari grilnsampai lips terbawah. Sehingga terkesan lebih simpel, walau sebenarnya dimensi sudah bertambah tinggi dan besar.

Bodi Avanza yang ringkih disulap jadi kekar dan tetap berkarakter. Caranya, dengan penambahan garis bodi yang halus dan tidak patah. Trus, bumper depan dan belakang yang bongsor diimbangi dengan side kirt.

Desainnya sengaja dibuat lebar agar garis pintu yang tinggi lebih seimbang dengan posisi roda yang terlihat kecil. Ini dikarenakan ground clearance yang cukup tinggi (walau sudah disiati dengan lowering kit). Sebenarnya, pada side kirt bisa diberikan garis (nut) agar terkesan terbagi tingginya, walaupun tetap pada metode one piece.

Sedang desain bumper belakang sudah cukup baik. Bisa mengimbangi desain secara keseluruhan dan harmonis dengan bentuk lampu vertikal dan harmonis bervelg lebar yang dinaikkan 5 inci menjadi 20 inci. Otomatis karet pembalap rim itu berubah dari 185/65R15 menjadi 225/30ZR20 dari Pirelli PZero Nero.

Naiknya ukuran velg dan melarnya telapak ban, jumlah bobotnya masih lebih ringan dibanding dengan penambahan audio. Kendati demikian, ada yang menarik dari desain audionya, yakni penerapan instalasi speaker model tanam di dasbor.

Dari sisi teknis, ada dua keuntungan. Pertama, tidak banyak mendapat getaran ketimbang di dekat pintu. Keuntunngan kedua, pantulan midrange tidak terlalu pekak ketika digeber. “Suara bisa lebih rendah karena ada boks,” jelas Jono Hitam, instalatur dari Sphinx.

Dari sisi kendali, jok standar dilapis MBTech Camaro warna Dark brown. Setirnya, Victor Design berdiameter 32 cm dan agak kerepotan kala harus putar balik 180 derajat. Kendati begitu, torsi tetap tinggi, walau tak meluncur deras. (Diesta)

Rumah modifikasi:
Audio & interior: Sphinx, Pluit Barat, Jakarta Utara
Body kit, velg, suspensi & setir: Antelope, Pahlawan, Bogor

Data Spesifikasi:
Cat Spies Hecker super deep black, custom body kit, knalpot Remus Rallye Design, velg Estatus Style-SV 20x8,5 inci, ban Pirelli PZero Nero 225/30ZR20, sokbreker depan Kayaba Ultra Gas, sokbreker belakang Pedders, per Espelir, bohlam lampu depan HOD 8.000 K, sunroof Webasto Hollandia, setir Victor Design, pedal set & gear knob Project µ, rotor Z Mevius (untuk Peugeot 306), kaliper Mazda 626, head unit Pioneer P-6050, equalizer Cadence Parametric, speaker depan 3-way Hertz DSK Series, speaker belakang 2-way Phase Linear 6 inci, sub SPX 15 inci, speaker tengah Roger Mcintosh, power MTX Monoblok 8100, power Tru Tech 2x300 watt, kabel Audison Connection, baterai Amaron, peredam Automat, pelapis kabin MBtech, lampu kabin custom

 


Editor :