New Chevrolet Captiva, Bantah Diesel "Sumber Polusi"
-

Sumber : - | Author : RITA AYUNINGTYAS
New Chevrolet Captiva 2.0L VCDi
-

Sumber : - | Author : RITA AYUNINGTYAS
New Chevrolet Captiva 2.0L VCDi
-

Sumber : - | Author : RITA AYUNINGTYAS
Bagasi lapang dari New Chevrolet Captiva 2.0L VCDi
-

Sumber : - | Author : RITA AYUNINGTYAS
New Chevrolet Captiva 2.0L VCDi
JAKARTA, RABU - Selama ini masyarakat Indonesia mengidentikkan mobil berbahan bakar solar sebagai sumber polusi udara. Mobil solar bak cumi-cumi yang hidup di daratan.
Tahun 2008 ini, Chevrolet mencoba mengubah citra tersebut dengan mengeluarkan produk New Chevrolet Captiva 2.0L VCDi yang berbahan bakar solar. Sport Utility Vehicle (SUV) ini memiliki beberapa item yang membuatnya ramah lingkungan, hemat energi, dan berdaya tahan tinggi, seperti comman-rail system berfungsi meminimalisasi suara kasar dan getaran tinggi.
Aftersales Director PT General Motors Auto World Indonesia, FA Suwardji Wirjono, mengatakan mobil berkursi tujuh ini menawarkan kenyamanan setara sedan. Selain itu, dia menuturkan kendaraan berstandar Euro III tersebut juga dilengkapi dengan coil spring self leverlizer rear suspension. Ini untuk menjaga kestabilan kendaraan, saat ada muatan berlebih di belakang. Saat mobil berjalan, posisi mobil tidak akan condong ke belakang. Dengan susppensi tersebut, posisi badan mobil kembali lurus.
"Captiva 2.0L ini merupakan satu-satunya mobil di Indonesia yang dilengkapi dengan seat belt pretensioners. Jadi, saat kecelakaan, sandaran jok mobil akan memendek, sehingga tidak merusak tulang punggung. Untuk kenyamanan lainnya, di dalam dashboard ada kulkas kecil untuk empat kaleng minuman," ujar Suwadji saat peluncuran Captiva 2,0L VCDi di Kemang Jakarta, Rabu (16/4).
Kendaraan Family Adventure tersebut ditawarkan dengan harga Rp 289,5 juta. Harga tersebut hanya sepanjang April 2008 di Jakarta dengan mengambil target profesional, senior manager, dan business owner. Namun, di Indonesia kendaraan ini masih memiliki kendala pada kualitas bahan bakar.
Sebenarnya, lanjut Suwadji, mobil ini dapat diisi dengan bahan bakar biofuel Ethanol lima persen dan Pertamina Deks. Tapi kendaraan ini masih dapat diisi dengan solar biasa."Sayangnya, kadar sulfur di solar kita masih tinggi, sehingga perawatannya harus lebih sering untuk menghindari kerusakan," kata dia.

PRODUK BARU
GALERI
MODIFIKASI






